Perkaderan untuk Melatih Pengetahuan

Dalam sebuah organisasi perkaderan adalah salah satu hal yang penting. Karena dengan perkaderan organisasi akan tetap berlangsung. Setiap organisasi pasti menggunakan sistem rekrutmen untuk mendapat kader sebagai generasi penerus. Terlebih untuk organisasi yang berfungsi sebagai organisasi kader. Definisi kader menurut AS. Hornby adalah sekelompok orang yang terorganisir secara terus menerus dan akan menjadi tulang punggung bagi kelompok yang lebih besar.

Perkaderan dalam nilai-nilai merupakan salah satu upaya dan proses menengakkan kebaikan. Kejujuran dan kedisiplina juga merupakan bagian dari integritas seorang kader. Integritas diri merupakan prinsip perkaderan yang lebih mengedepankan kejujuran dan kedisiplinan seorang kader agar menjadi orang yang dapat dipercaya. Dengan pribadi yang dapat dipercaya, maka akan mudah untuk menjalani suatu amanah. Oleh karena itu, setiap kader harus dilatih kecerdasannya secara seimbang.

Perkaderan ini sangat penting bagi suatu organisasi karena dalam perkaderan terdapat banyak pelajaran yang dapat diperoleh. Salah satunya mengajarkan kita tentang analisa keadaan negara dan mengajarkan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan itu sampai akar masalahnya. Pemecahan masalah itu menggunakan Islam sebagai bahan pelajarannya secara mendalam serta pengetahuan yang cukup sehingga setiap kader memiliki jiwa semangat dan dapat menyatukan gagasan dalam satu perjuangan demi masyarakat yang tertindas.

Perkaderan juga memberikan kita pengetahuan yang sistematis dan penuh dalam memahami keadaan masyarakat. Setiap pengajaran yang diberikan tentang ideologi Islam dalam setiap perkaderan akan memberikan pemahaman yang lurus bagi setiap kader bagaimana cara memperjuangkan dan mewujudkan nilai-nilai Islam sebagai jalan menyelesaikan sebuah permasalahan.

Bacaan Lainnya

Basic Training (Latihan Kader I) merupakan salah satu pelatihan formal perkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dilaksanakan oleh kepanitiaan HMI yang berada di bawah tanggung jawab pengurus komisariat.

Pelatihan perkaderan ini tujuannya adalah untuk menambah jumlah anggota kader HMI melalui jalur perekrutan dan untuk memperkuat pertahanan keberadaan HMI. Bagi HMI, perkaderan adalah jalur nafas kehidupan dan detak jantung organisasi. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi semua anggota dan pengurus di tingkat komisariat untuk melakukan LK I.

Sebagaimana yang telah diatur dan ditetapkan dalam pedoman perkaderan dan pengelolaan usaha kesadaran bagi pelaksana LK I HMI berdasarkan ketentuan organisasi dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga HMI.

Namun, dalam pelaksanaannya kebanyakan dari setiap cabang atau komisariat yang menjalankan perkaderan LK I dengan berdasarkan pertimbangan lingkungan, akademis, dan sosial budaya tetapi tidak bertentangan dengan konstitusi HMI. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan perkaderan HMI dapat menyesuaikan dan dapat diterima oleh mahasiswa Islam di setiap Universitas setempat. Oleh karena itu, dalam menjalankan setiap visi dan misi perkaderan HMI sangat dibutuhkan Kerjasama yang baik. Persaingan dengan organisasi lain harus diterima dengan sehat dengan menunjukkan kualitas sebagai kader HMI. Semua harus diterima dengan bijak dan dewasa oleh seluruh kader HMI yang bersemangat mencari kader. Sikap dewasa, konsep yang sejalan, komunikasi, dan interaksi yang terbuka sangat diperlukan oleh setiap kader dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Setiap tahun pada masa penerimaan mahasiswa baru, setiap kader HMI pasti mengevaluasi setiap pergerakan yang ada di dalam dan luar kampus. Bagaimana setiap kader HMI menyikapi dan mendekati mahasiswa yang nantinya akan dijadikan sebagai kader HMI, menjelaskan tujuan yang jelas dan tepat agar mudah dipahami, mengajak bergabung dan menyebarluaskan. Tidak hanya itu, kader HMI juga membutuhkan kecerdasan intelektual dalam menjalankan perkaderan HMI agar kualitasnya dapat tercapai dengan tepat dan memuaskan.

Mempertahankan HMI, merekrut kader, dan menjaga kedudukan HMI adalah tugas seluruh kader HMI. Oleh karena itu, HMI akan ada serta dikenal karena kekompakan dan kesadaran setiap kader HMI untuk terus melaksanakan perkaderan.

Terbinanya insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam adalah konsep perkaderan dari HMI, kampus, dan masyarakat. Ketiganya adalah sarana pada setiap kader, tidak bisa dipisahkan, dan harus saling bersinergi. Oleh sebab itu, kader HMI dapat menjadi seseorang yang diorangkan dimanapun tempatnya tanpa terpisah dari kata muslim, intelektual, dan professional dalam setiap bidang yang ditekuni.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *