Perempuan dan Peran Profesional

 

Peran merupakan aspek dinamis dari status atau kedudukan seseorang. Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka, dia dianggap telah menjalani suatu peran. Peran sendiri adalah bagian yang dimainkan seseorang pada setiap keadaan dan disertai dengan tingkah laku untuk meyelaraskan diri dengan keadaan tersebut.

Perempuan merupakan makhluk yang diciptakan dengan berbagai kelebihan. Kelebihan-kelebihan tersebut mencakup perannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kemungkinan akan terjadi beberapa masalah yang timbul akibat peran yang telah dilakukan. Maka dari itu, perempuan dituntut untuk profesional guna meminimalisir masalah yang timbul akibat peran-peran yang dilakukan.

Dalam kamus sosiologi, disebutkan pengertian peranan :

Bacaan Lainnya
  1. Aspek dinamis dari kedudukan
  2. Perangkat hak-hak dan kewajiban
  3. Perilaku aktual dari pemegang kedudukan
  4. Bagian dari aktivitas yang dimainkan oleh seseorang

Menurut tujuannya, peran dibedakan menjadi dua yaitu peran publik dan peran domestik. Peran publik yaitu segala aktivitas manusia yang biasanya dilakukan di luar rumah dan bertujuan untuk mendatangkan penghasilan. Adapun peran domestik yaitu segala aktivitas yang dilakukan di dalam rumah dan biasanya tidak dimaksudkan untuk mendatangkan penghasilan, melainkan untuk melakukan kegiatan kerumahtanggaan.

Latar belakang munculnya wilayah domestik dan publik berasal dari pembagian kerja yang didasarkan pada jenis kelamin, yang lebih populer dengan istilah gender. Konsep gender mengacu pada seperangkat sifat, peran dan tanggung jawab, fungsi, hak dan perilaku yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungan masyarakat tempat manusia itu tumbuh dan berkembang, sehingga timbullah dikotomi maskulin (laki-laki) dan feminin (perempuan).

Dalam menjalankan tugasnya, perempuan memiliki peran ganda (double burden), dimana di satu sisi mereka harus menjalankan kodratnya sebagai seorang pengasuh anak dan mengurus keluarga dan di sisi lain mereka harus berperan aktif pula dalam dunia publik, berani menyuarakan suaranya. Ketika menjalakan perananya, seorang perempuan harus mempunyai bekal. Baik itu bekal intelektual maupun bekal finansial karena di tangan seorang perempuanlah akan lahir generasi penerus bangsa. Baik buruk generasi penerus bangsa tergantung dari bagaimana perempuan mendidik anak-anak mereka. Maka dari itu, menyiapkan bekal yang lebih menjadi hal sangat urgen bagi seorang perempuan.

Peningkatan kualitas pendidikan bagi seorang perempuan menjadi suatu keniscayaan yang harus diperjuangkan dan diprioritaskan guna menempuh bekal intelektual. Peningkatan kualitas pendidikan bisa berupa pengetahuan, keterampilan, kepribadian, spiritual, dan kompetensi-kompetensi lainnya.

Bekal fiansial pun tak kalah penting dari bekal intelektual. Ketika seorang perempuan mandiri secara finansial, kemungkinan dia tak akan menyusahkan banyak orang, terutama pada orang tua dan pasanganya. Selain itu, independen dalam keuangan dapat membantu mencapai tujuan hidup lebih terarah. Bahkan bisa jadi mereka dapat menjadi orang yang dapat diandalkan berdasarkan finansialnya.

Dengan bekal intelektual dan finansial, hal ini akan membantu dalam proses menuju perempuan yang profesional dalam menjalankan peran. Baik itu peran domestik maupun peran publik. Profesionalisme dalam menjalankan peran domestik dan publik sangatlah diperlukan karena hal ini sangat berpengaruh bagi anak-anak yang akan mereka asuh nanti. Ketika perempuan mengasuh dengan cara profesional maka generasi-generasi yang dihasilkan pun akan lebih memuaskan.

profesional dapat digolongkan juga pada peran seorang perempuan. Jadi, seorang perempuan ketika menjalankan peran domestik maupun peran publik harus dilengkapi dengan peran profesional. Hal ini menjadi bagian yang sangatlah penting guna menunjang keberhasilan perempuan itu sendiri yang tentunya nanti akan berimbas pada anak dan juga keluarganya.

Oleh: Muinnatu Lutfiah (Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Komisariat Hasyim Asy’ari Cabang Semarang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *