Perbedaan dan Nilai

Oleh: Fil Azhari Alfath, Peserta LK2 HMI Korkom Walisongo Semarang asal Cabang Jambi

Indonesia adalah negara yang berada di garis khatulistiwa, oleh karena itu Indonesia beriklim tropis, memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim panas. Ada orang yang mengatakan bahwa “hujan itu adalah 1% cairan, dan 99% kenangan”, haha bucin.

Pada hakikatnya hujan adalah sebuah peristiwa presitipasi (jatuhnya cairan dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku ke permukaan bumi) berwujud cairan. Para petani yang banyak membutuhkan air untuk perkebunan atau bisnisnya yang lain, sangat menunggu kehadiran hujan. Akan tetapi ada juga sebagian orang yang tidak menyukai hujan contohnya orang yang menjemur pakaian dan bisa juga membuat aktivitas orang terganggu, sama halnya dengan kemarau ada juga orang yang tidak menyukai kehadirannya dan ada juga orang yang selalu menanti kehadirannya.

Jadi pada tulisan kali ini saya ingin bercerita tentang “perbedaan dan nilai” banyak di antara kita yang masih menganggap perbedaan sebagai sesuatu yang aneh tidak mau di terima bahkan di benci. Perbedaan berasal dari kata beda yang berarti selisih, perbedaan adalah konsep kunci filosofi, yang menunjukkan proses atau sekumpulan sifat yang dengannya satu entitas dibedakan dari entitas lain dalam bidang relasional atau sistem konseptual tertentu. Tujuan perbedaan adalah agar kita sesama manusia bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan tersebut.

Padahal setiap perbedaan memiliki nilai, sebagai contoh: ada seorang anak yang paling pintar di kelasnya, sehingga anak tersebut disegani oleh teman temannya dan orang yang dekat dengan orang pintar tersebut juga ikut disegani. Pada sisi lain ada seorang anak nakal jahat, sehingga ia ditakuti oleh teman temannya yang lain dan orang yang berada di dekatnya juga ikut ditakuti oleh yang lain.

Jadi disini nilai ditafsirkan sebagai makna atau arti dari suatu barang/benda dan perilaku/sifat.

Tulisan ini terinspirasi dari senior saya yang pernah berkata “kita hidup harus dengan memiliki nilai, seorang penjahat/pembunuh saja memiliki nilai jadi carilah nilai dari dirimu!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *