Pendidikan Inklusi merupakan konsekuensi lanjut dari kebijakan global Education for all (Pendidikan untuk semua) yang dicanangkan oleh UNESCO 1990 sebagai hasil dari konferensi dunia di Samalanca. Pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat dikelas biasa bersama teman-teman seusianya. Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif adalah sekolah yang menampung semua murid dikelas yang sama. Sekolah seperti ini menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid, maupun bantuan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru, agar anak-anak berhasil.
Semangat penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah memberikan kesempatan atau akses seluas-luasnya kepada semua anak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik tanpa diskriminasi. Landasan filosofi utama dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi di Indonesia adalah filsafat pancasila yang memiliki semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Bertolak dari filosofi Bhineka Tunggal Ika, kelainan (kecacatan) dan keberbakatan hanyalah satu bentuk kebhinekaan seperti halnya perbedaan suku, ras, bahasa, dll. Dalam individu berbakat ada makhluk di bumi ini yang diciptakan sempurna. Kecacatan dan keunggulan tidak memisahkan satu dengan lainnya.
Pentingnya pendidikan inklusi bagi ABK dapat memberikan peluang dan memberikan kesempatan untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus memperoleh pendidikan yang sama tanpa adanya diskriminatif. Pendidikan inklusif ini sangat cocok untuk hal adaptasi anak, sehingga mudah saling bersosialisai dengan keanekaragaman dalam sekolah inklusi. Pendidikan Inklusi ini dapat memberikan pemahaman pada non ABK untuk selalu bersyukur, dapat menerima, memahami antara perbedaan yang ada dan juga belajar untuk bersikap bertoleransi terhadap ABK. Pendidikan inklusi ini penting bagi ABK. Program-program disekolah inklusi bertujuan untuk mendukung pencapaian tujuan belajar maupun pengembangan dirinya serta menyiapkan ABK untuk tumbuh terampil dalam kehidupan sebagai bagian dari kebutuhan, selain itu anak-anak berkebutuhan khusus dapat lebih mandiri, kreatif, dapat menerima perbedaan, beradaptasi, dan aktif berinteraksi kepada pendidik.
Tidak hanya itu manfaat sekolah inklusi bagi ABK ialah mendapatkan hak dan kewajiban yang sama, berbagai fasilitas untuk belajar dan mengembangkan diri, dorongan untuk lebih percaya diri, juga kesempatan untuk belajar dan menjalin persahabatan bersama dengan teman sebaya. Sekolah inklusi bisa menjadi pilihan yang baik untuk anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan berkembang baik, terlepas dari keterbatasan yang mereka miliki.





