Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan pada Pandemi Covid-19 ini. Hal tersebut dapat dilihat melalui dari data JHU CSSE COVID-19 apabila dihitung dengan perbandingan per tanggal 1 – 31 Juli dari 1.385 kasus baru menjadi 2.040 kasus dengan perhitungan total 655 kasus baru di Bulan Juli 2020 sedangkan di Bulan Juli 2021 per tanggal 1 – 11 Juli ini dari 24.836 kasus baru menjadi 36.197 kasus baru apabila di total sudah mencapai 11.361 kasus baru meskipun belum sampai akhir bulan. Berbagai metode sudah dilakukan oleh pemerintah melalui kebijakannya namun sampai sekarang masih dikelilingi oleh dilema antara kesehatan dengan ekonomi melihat kondisi masyarakat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Akibat metode yang belum ada dampak besar, membuat semua kalangan masyarakat ada yang merasa ketakutan dengan pandemi ini seperti terjadinya beberapa kejadian adanya panic buying terhadap suatu kejadian atau barang tertentu dan ada juga yang dirugikan dalam ranah ekonomi seperti terjadinya pembatasan sosial karena Covid-19 yang menyebabkan para pedagang mengeluh mengalami kerugian.

Menurut Data JHU CSSE COVID-19 Data pada Tanggal 10 Juli 2021 Indonesia memiliki kasus baru hingga kurang lebih 35.094 kasus dengan rata-rata 7 hari sebanyak 33.451 kasus. Melihat data tersebut, dalam perspektif ilmu sains bahwa jelas pandemi ini merupakan masalah serius yang bersangkutan dengan keselamatan manusia. Apabila tidak ditindak cepat maka resiko meninggal seseorang akan semakin bertambah.

Sedangkan pada Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2021, Ekonomi Indonesia memiliki hasil tumbuh minus 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,97 persen. Hal tersebut tidak lepas karena dampak dari Covid-19 yang banyak kebijakan melakukan pembatasan pergerakan orang maupun barang sehingga menghambat kegiatan produksi sampai distribusi.

Baca Juga  Melawan Aplikasi Virus Daring

Melihat kedua sisi dari data diatas menyebabkan dilema antara memilih prioritas bagi kesehatan dengan ekonomi. Sedangkan semua warga Indonesia berhak memiliki hak yang sama untuk keduanya. Pada Dasar Hukum Indonesia, UUD 1945 yakni Pasal 28 H ayat 1 yang berbunyi, “setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat serta berhak memperoleh pelayanan Kesehatan” dan berdasarkan pada Pasal 27 ayat (2) yang berbunyi, “tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

Jika diberi pandangan mengenai dilema dua situasi tersebut berdasarkan dasar hukum diatas, masyarakat berhak mendapatkan kedua prioritas tersebut. Berhak mendapat kesehatan apabila mengalami sakit dimasa pandemi ini. Namun di lapangan, banyak rumah sakit yang kekurangan tempat untuk menampung pasien sehingga banyak masyarakat yang tidak tertolong nyawanya karena keterlambatan penanganan maupun faktor lainnya dan juga masyarakat banyak yang masih abai dengan patuhan protokol kesehatan sehingga menyebabkan penyebaran virus Covid-19 ini terus berlanjut. Dan jika melihat perspektif dari ekonomi, pemerintah dalam penerapan berbagai kebijakan membutuhkan banyak pengeluaran hingga Indonesia memiliki hutang yang semakin banyak, Bantuan Sosial (BANSOS) Penanganan Covid-19 yang ditujukan kepada masyarakat yang terkena dampak ternyata dijadikan bahan korupsi oleh beberapa oknum pejabat. Contohnya pada kasus korupsi oleh Eks Menteri Sosial (MENSOS) yang dijadikan Tersangka pada Tahun 2020 sehingga membuat banyak sekali hambatan jalur bantuan sosial dan mengalami keterlambatan pendistribusian, dan juga ketidaksesuaian penyaluran barang ataupun dana yang diajukan dari pusat menuju masyarakat karena salah sasaran yang disebabkan data yang kurang valid. Kurangnya koordinasi antara berbagai pihak membuat kasus pandemi ini belum menemukan titik terang sampai mana akhirnya.

Baca Juga  Menyoal Intelektualitas dan Keislaman Kader HMI

Oleh: Talia Sopiyania, Mahasiswa Fakultas Hukum Univeristas Pancasakti Tegal

Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi yang Kian Menjadi

Previous article

KKN MIT DR XII Kelompok 2 Menggelar Webinar Pendidikan

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Gagasan