Orang yang Sama

Segalanya tentangmu adalah keindahan. Senyumanmu, binar bola matamu, bibir merahmu, pipi putih, bahkan sekedar cara dudukmu, uh, indah. Hanya indah. Aku ingin menatapmu dari jauh menyaksikan segala yang terbaik darimu. Ingin kuperhatikan bagaimana tangan-tangan kebahagiaan, mengulurkan persembahan untuk hidupmu.

Aku jatuh cinta padamu. Ya, sekali lagi aku katakan, aku jatuh cinta padamu. Tapi aku tak mau mengganggu dirimu dengan segala rasa ini.

Saat kutatap wajahmu, tiba-tiba terbit perasaan yang tak pernah kurasa sebelumnya antara bahagia, suka, juga sedikit rasa cemas.

Setiap kupandangi wajahmu, tiba-tiba hatiku tersenyum dan mengalir pula rasa bahagia? Entah karena apa? Mungkinkah aku sedang jatuh cinta? Ataukah sekedar rasa kagum saja? Ah, biarlah kusimpan rapi-rapi perasaan ini.

Kuakui ada harapan dalam hatiku bhwa entah bagaimana engkau dan aku menjadi satu, hidup dalam bahtera rumah tangga. Tapi aku tak ingin mendahului takdirku. Bisa jadi engkaulah yang kuharapkan. Namun mungkin saja engkau bukan yang terbaik dalam hidupku. Maka aku memilih untuk menyimpan cinta ini dalam diam. Dan mudah-mudahan makin lama makin pudar.

Sebab, bukan cinta yang membelenggu, tapi cinta yang membahagiakan itulah yang kuharapkan.

Aku belum siap melangkah lebih jauh denganmu, maka aku mencintaimu dalam diam karena diamku adalah salah satu bukti cintaku padamu.

Ku ingin memuliakanmu, dengan tidak mengajakmu menjalin hubungan yang terlarang. Ku tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatimu karena diamku adalah cara memuliakan diri, memuliakan kesucian, juga sebagai cara menjaga hatimu. Bisa jadi kamu adalah seseorang yang telah Tuhan takdirkan untukku.

Sebab, dalam diam ada doa-doa yang senantiasa kupanjatkan, bukan sekedar untuk bersama denganmu, tetapi agar aku dan kamu mendapatkan yang terbaik.

Biarlah kusimpan rapi-rapi cinta dalam diam ini. Jika memang takdirnya, maka Tuhan pasti akan satukan aku dan kamu dalam naungan cinta penuh berkah. Dan jika kamu bukan ditakdirkan untukku, maka Tuhan akan menghapus rasa ini diam-diam.

Semoga kita dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *