Mengamalkan Pancasila Sejak Dini

Indonesia memiliki sebuah dasar negara, yaitu pancasila. Dasar negara harus dipahami oleh setiap penduduknya, apalagi di kalangan para pelajar. Sebab, banyak sekali nilai-nilai yang tertuang pada setiap sila dalam pancasila. Niali-nilai inilah yang nantinya bakal berguna di kehidupan bermasyarakat kelak. Maka dari itu, nilai-nilai dalam pancasila harus dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tulisan ini, saya akan menjelaskan secara umum beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, khususnya untuk para pelajar.

Sila yang pertama adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apa maksudnya?  Dalam kehidupan bermasyarakat pasti kita banyak menjumpai orang yang bisa dikatakan ‘beda’ dari kita. Salah satunya adalah dalam kepercayaan tuhan. Sesuai yang kita tahu, di Indonesia ada 6 agama resmi. Yaitu, ada Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Beragamnya agama yang ada di Indonesia, harus dihormati dan dijadikan sebagai sinergi dalam kehidupan sehari-hari. Bukan malah dibuat ajang untuk membanding-bandingkan, karena setiap agama pasti memiliki ajaran yang berbeda.

Jika kita mengamalkan pancasila sila petrtama, maka tidak akan ada konflik antar agama. Contohnya, kerja bakti membersihkan desa. Jika masih ada pikiran “Ah, gak mau aku, ada orang yang beda agama denganku. Aku takut kecemplung ajarannya yang aneh.” Maka kerja bakti itu tidak akan tercipta. Oleh karena itu, sila pertama sangat penting diamalkan dalam konteks agama.

Sila pertama ini juga diterapkan dalam kehidupan pelajar. Misalnya dalam hal tempat duduk. Pasti ada satu dua orang yang masih tidak mau duduk dengan orang yang beda kepercayaan. “Aku gak mau duduk sama dia, soalnya kalo guru lagi jelasin, dia sering ngucapin kata-kata aneh. Bahkan kadang juga dia ngelakuin gerakan yang tak seharusnya dilakukan saat pelajaran dimulai.” Pasti tidak sedikit pelajar yang masih beranggapan seperti itu. Bisa diketahui jika pelajar itu tidak menerapkan sila pertama pancasila.

Bacaan Lainnya

Sebagai pelajar, menerapkan sila pertama pancasila ini sangat penting. Jika kita bisa mengamalkan sila pertama ini dengan baik dan benar, maka kita akan memiliki banyak sekali teman. Tidak perlu takut akan diejek atau dicaci, karena dalam diri kita dan teman kita telah ada rasa toleransi antar umat beragama. Dengan begini pertemanan akan tersa lebih menyenangkan. Sebab, walaupun berbeda agama, kita masih bisa berteman seperti keluarga sendiri. Keluarga yang selalu ada saat ada masalah. Suka maupun duka dijalani dengan bersama. Kita juga bisa mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh teman kita yang berbeda agama. Apa salahnya hanya sekedar tau.

Pada sila kedua, kita diajarkan juga untuk saling menghargai. Misalnya, saat teman kita mendapatkan nilai jelek dalam akademik. Sikap yang harus kita lakukan kepadanya bukanlah mengejek, tapi mengajarinya tentang pelajaran yang teman kita tidak bisa. Karena, bisa jadi dia tidak pintar di akademik, namun pintar di non-akademik.

Dengan begitu, kita bisa saling bertukar ilmu. Ketika dia tidak bisa atau ketinggalan pelajaran, dia akan datang kepadaku dan memintaku untuk mengajarinya. Begitupun sebaliknya, jika aku tidak bisa aktivitas di bidang non-akademik, maka aku akan datang kepadanya untuk memintanya untuk mengajariku gerakan-gerakan yang memang susah kulakukan. Karena, itu bukanlah bakatku.

Setiap murid pasti memiliki bakatnya masing-masing. Jadi, kita tidak bisa menyamakan antara murid satu dengan murid yang lain. Kita tidak bisa menuntutnya untuk bisa, karena itu bukan bakatnya. Namun, kita bisa berkolaborasi antar satu bidang dengan bidang yang lain.

Dengan adanya rasa kebersaamaan dan kolaborasi itu, tanpa kita sadari kita juga telah mengamalkan sila yang terkandung di sila ketiga pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Dengan adanya sikap toleransi itu, kita membentuk sebuah persatuan Indonesia dalam bidang agama.

Saling tegur sapa saat bertemu dengan teman, baik teman baru maupun lama juga merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga pancasila. Dengan begitu, mereka seperti memiliki keluarga kedua setelah di rumah. Mereka tak perlu takut kesepian atau merasa sedih karena tidak punya teman bicara.

Persatuan juga sangat dalam lingkup pelajar. Mengapa? Dengan adanya persatuan dan kesatuan, kita bisa menyatukan perbedaan pendapat ketika adanya musyawarah pelajar. Kita bisa menemukan sebuah jawaban atau kesimpulan dari sebuah masalah atau perdebatan.

Sila ketiga pancasila juga mengajarkan kita untuk mengetahui sejarah-sejarah bangsa Indonesia, dengan begitu kita bisa semakin menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Dengan adanya rasa meghargai itu, kita bisa semakin giat belajar sekaligus membuat para pahlawan tidak kecewa atas usaha yang telah mereka berikan kepada bangsa dan negara.

Kita juga bisa mengamalkan sila ketiga pencasila dengan mengetahui dan menghafalkan lagu-lagu nasional negara Indonesia. Dengan begini kita bisa menciptakan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa Indonesia.

Itulah beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Sudah sepatutnya kita sebagai penduduk Indonesia untuk mengetahui dasar negara kita sendiri. Jika bukan kita, siapa lagi yang mau mengamalkan setiap butir nilai-nilai pancasila itu? Bangsa lain? Tentu tidak. Oleh karena itu, nilai-nilai ini harus dipelajari dan dilakukan sejak dini, Sejak kita masih duduk di bangku sekolah. Tak apa mulai dari sedikit. Nanti lama-lama juga akan terbiasa.

 

Oleh: Irfan Fakhri Rasyadi

Peserta Ujian Praktik PPKn Kelas 9 SMP Alam Nurul Furqon Mlagen Pamotan Rembang, Aktivis PD PII (Pimpinan Daerah Pelajar Islam Indonesia) Kabupaten Rembang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *