Shalat lima waktu merupakan amalan harian yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Kekhusyu’an dalam melaksanakan shalat sangat penting agar amalan harian kita tidak menjadi sia-sia. Salah satu cara agar shalat menjadi khusyu’ adalah selalu melakukan gerakan dengan tuma’ninah.
Tuma’ninah adalah diam sejenak sebelum berpindah ke gerakan shalat selanjutnya. Perihal ini sering tidak diperhatikan terlebih dalam gerakan ruku’ dan sujud. Sebab, kadang kala kita masih sering disibukkan dengan kegiatan duniawi sehingga melaksanakan shalat lima waktu hanya untuk melepaskan kewajibannya saja.
Padahal tuma’ninah merupakan salah satu rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah Saw bersabda: “Allah tidak akan melihat seorang hamba yang tidak meluruskan tulang punggungnya ketika ruku’ dan sujud” (H.R. Ahmad 16283, Al Albani menganggap sanadnya baik dalam Ash-Shahihah 2536)
Selain itu, gerakan ruku’ dan sujud yang lama memiliki berbagai manfaat dari segi spritual dan medis. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiallahu Anhu bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:
إن العبد إذا قام للصلاة أتي بذنوبه كلها فوضعت على عاتقيه، فكلما ركع أوسجد تساقطت عنه
“Sungguh, jika seorang hamba berdiri untuk shalat, maka semua dosanya didatangkan, dan diletakkan di atas pundaknya. Maka setiap kali dia ruku’ dan sujud, maka berjatuhanlah dosa-dosa tersebut darinya” [Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (1398)]
Dari hadis di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa semakin lama ruku dan sujud, maka semakin banyak dosa yang dihapus dari diri manusia. Tentu durasi waktunya harus menyesuaikan kondisi. Ketika kita sedang menjadi imam, maka kita harus melihat keadaan jamaah. Tidak boleh terlalu, apalagi terlalu cepat.
Ternyata tidak hanya dari segi agama saja manfaat gerakan ruku dan sujud, tetapi segi medis pun menemukan manfaat dari gerakan ini. Dalam Buku ‘ Alquran vs Sains Modern Menurut dr. Zakir Naik, Ramadhani dkk menjelaskan bahwa tidak ada senam yang lebih baik dibanding gerakan ruku’ dan sujud yang dilakukan seorang Muslim dalam shalat.
Gerakan ruku’ yang memosisikan tubuh membungkuk lurus ke depan dan meletakkan kedua tangan di lutut dapat mendorong aliran darah lebih cepat. Tidak hanya itu, posisi ruku’ juga dapat mengatur fungsi syaraf pusat dan syaraf tepi, mengatur penglihatan, syaraf oktavus (pendengaran), dan mengaktifkan syarat vagus (organ dalam)
Sementara gerakan sujud dapat menyuplai aliran darah menuju otak yang akan membuat otak menjadi sehat. Ketik manusia puas secara normal, maka sepertiga udara akan tersisa di paru-paru. Nah, saat kita melakukan sujud, janin yang normal akan diangkat oleh diafragma. Diafragma ini akan mengeluarkan sisa udara tadi. Dengan begitu, paru-paru akan menghirup udara yang lebih segar. Wa Allahu a’lam bi al-shawaab.
Oleh: Buya Alamsyah, Alumni Pondok Pesantren Hubulo Gorontalo




