Dari Lactobacillus hingga Bifidobacterium

Air Susu Ibu atau yang lazim disebut ASI adalah sumber gizi utama bagi seorang bayi yang belum bisa mengonsumsi makanan padat. Selain sumber gizi utama ASI juga merupakan satu-satunya sumber asupan nutrisi bagi bayi yang baru lahir, yang mana ASI bersifat eksklusif sebab pemberiannya berlaku pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan. Dan setelah menginjak usia 6 bulan, biasanya bayi diberi makanan pendamping ASI untuk menunjang kebutuhan gizi Si Bayi yang sedang bertumbuh. Adapun manfaat ASI bagi bayi antara lain mengandung zat gizi (protein, lemak, karbohidrat, garam dan mineral serta vitamin) yang cukup dan sesuai untuk bayi.

Fakta menarik yang harus kita ketahui adalah banyaknya jenis-jenis bakteri yang terkandung dalam ASI. Dalam jurnal yang ditulis di National Library of Medicine dijelaskan bahwa terdapat lebih dari  200 jenis bakteri dalam ASI, antara lain adalah Lactobacilli, Bacteroides , Bifidobacterium, Staphylococci, Streptococci, Corynebacteria,  Propionibacteria , dan Bifidobacteria.

Namun yang paling penting adalah Lactobacilli, Bacteroides , dan Bifidobacterium . Potensi probiotik dari Bakteri Lactobacillus yang diisolasi dari ASI mirip dengan strain yang digunakan dalam produk probiotik yang digunakan dalam pengobatan. Penelitian telah menunjukkan bahwa asupan oral bakteri Lactobacillus yang sebelumnya diisolasi dari ASI, secara efektif mengurangi mastitis selama menyusui yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus .

Selanjutnya adalah Bifidobacterium atau yang disebut Lactobacillus bifidus berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri E.coli yang sering menyebabkan diare pada bayi. Dan masih banyak bakteri-bakteri lain yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan Si Bayi.

Lebih menarik lagi karena hal ini dikaji oleh seorang ustadz bahwa bakteri yang terdapat dalam ASI sebenarnya sudah ditulis dalam Al-Qur’an bahkan jauh sebelum adalanya alat penelitian. Hal ini telah dikemukakan oleh pengasuh Pondok Pesantren Tahfidh Al-Qur’an Monasmuda Institute Semarang, Dr. Mohammad Nasih, M.Si.

Beliau mengatakan bahwa posisi Air Susu dalam hewan ternak itu berada diantara kotoran dan darah. Dan sesuai hasil riset, ternyata dalam ASI seorang ibu terdapat bakteri yang berasal dari tinja dan bakteri tersebut sangat berpengaruh bagi pertumbuhan anak-anak. Perspektif ini juga didukung oleh salah satu ayat dalam Al-Qur’an yakni surat An-Nahl ayat 66.

وَاِنَّ لَكُمْ فِى الْاَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۚ نُسْقِيْكُمْ مِّمَّا فِيْ بُطُوْنِهٖ مِنْۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَّدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَاۤىِٕغًا لِّلشّٰرِبِيْنَ

Artinya: Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.

Dalam ayat ini tertulis dengan jelas bahwa kita diberi minum dari kalenjer-kalenjer hewan ternak yang berupa air susu yang keluar dari antara kotoran dan darah yang steril dari semua unsur yang mencemarinya, lezat, serta tidak menyebabkan orang yang meminumnya merasa tersedak.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa keajaiban tuhan itu memang ada. Semua hal tersebut terjadi dengan ketetapan dan izin tuhan agar dapat membimbing hambanya untuk selalu berpikir dan selalu bersyukur.

Salah satu cara untuk bersyukur adalah dengan menjaga kesehatan dan kondisi medis seorang ibu. Karena kesehatan dan kondisi medis seorang ibu dapat mempengaruhi komposisi mikroflora ASI. Kehadiran mereka dalam ASI nampaknya sangat berharga dalam membentuk mikrobiota yang tepat pada bayi yang disusui. Dengan begitu maka seorang ibu dapat memberikan ASI secara ekslusif pada anaknya karena hal tersebut sangat diperlukan.

Oleh: Ro’khaitul Jannah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN Walisongo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *