Pemerintah merupakan syarata sebuah negara. Pemerintah dapat dikatakan sebagai jantung dari sebuah negara. Karena, pemerintah yang akan membuat semua kebijakan public untuk dijalankan semua warga suatu negara. Jika pemerintah dalam memutuskan sebuah kebijakan itu salah, maka rusaklah negaranya. Sebaliknya, jika pemerintah memutuskan sebuah kebijakan itu tepat, maka jayalah negaranya. Oleh karena itu, pemerintah pusat harus bijak dalam mengambil sebuah keputusan yang akan diberlakukan salah satunya di dalam bidang pendidikan.
Mengapa bidang pendidikan itu sangat penting? Karena, pendidikan merupakan kunci utama untuk mewujudkan Negara yang maju. Semakin baik Negara di dalam bidang pendidikan, maka akan semakin maju pula Negara tersebut. Pendidikan Indonesia sudah tercantum di pembukaan UUD 1945 di BAB XIII, Pasal 31 ayat (1 dan 2) yang bunyinya, “Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan dan setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”
Biaya pendidikan Indonesia yaitu 20% dari biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). APBN Negara Indonesia sendiri sebesar Rp 3.061 triliun. Jumlah ini adalah jumlah APBN yang paling besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jadi, biaya pendidikan Indonesia itu mencapai Rp233,9 triliun dan itu tidak sedikit.
Jika kita amati bersama apakah dengan anggaran sebesar itu pendidikan di Indonesia sudah baik? Banyak permasalah mengenai pendidikan di Indonesia ini. Yaitu tidak meratanya pendidikan di plosok-plosok pedesaan, masih banyak anak negeri yang tidak bisa menempuh pendidikan hanya karena biaya yang tidak mencukupi, minimnya transportasi untuk menuju sekolah yang begitu jauh bahkan untuk jalannya saja harus mempertaruhkan nyawa. Di bidang pengajarpun, mereka belum mendapatkan pendapatan yang layak. Banyak guru honorer yang mengeluh akan hal tersebut. Karena, antara tenaga yang telah mereka keluarkan dengan hasil yang mereka dapatkan sangat tidak sebanding. Hal ini sangat berbeda dengan negara-negara maju yang sangat menghargai profesi seorang guru.
Ada satu masalah yang sangat penting dan dapat dikatakan, ini adalah masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Karena, jika masalah ini belum terselesaikan akan menjadi lingkaran setan yang terus berputar. Lingkaran ini tidak akan pernah menemukan titik terang jika tidak ada kebijakan khusus dan tepat oleh pemerintah. Mayoritas pemerintah Indonesia dalam membuat suatu kebijakan tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Akan tetapi, pemerintah akan membuat kebijakan hanya untuk kepentingannya sendiri. Analoginya seperti, ada seseorang yang hidungnya gatal, sedangkan orang itu malah menggaruk bagian jidat yang tidak gatal. Sampai kapanpun itu masalah tidak akan terselaikan.
Masalah yang sangat penting yaitu mengenai gizi orang Indonesia. Karena, gizi sangat mempengaruhi IQ manusia. Jika gizi yang dikonsumsi oleh orang Indonesia tercukupi, maka tinggi juga IQ yang dimiliki oleh orang Indonesia. Akan tetapi pada kenyataannya rata-rata IQ orang Indonesia menurut data yang dirilis oleh World Population Review yaitu 78,49. Dengan IQ tersebut Indonesia menjadi negara urutan ke-130 dari total 199 negara yang telah diuji. Jika pemerintah Indonesia peka dengan masalah ini, seharusnya pemerintah harus menggantikan pengalokasian terbesar dana pendidikan bukan untuk fasilitas-fasilitas yang ada di sekolahan. Akan tetapi, dana tersebut dialokasikan untuk perbaikan gizi orang Indonesia. Jika dari fasilitas yang negara berikan telah tercukupi dan pengajar di sekolah-sekolah sudah sangat mendukung, sedangkan murid yang akan menerima materi IQnya di bawah rata-rata. Maka, sama saja hal itu akan berujung sia-sia. IQ sangat menentukan kelayakan hidup seseorang. Jika IQ orang itu tinggi, maka akan dipastikan masa depan orang tersebut akan tercukupi. Akan tetapi, jika IQ orang tersebut rendah, maka dapat dipastikan orang tersebut akan menjadi orang yang kurang mampu atau dapat dikatakan sebagai orang miskin. Hal itu akan perputar terus-menerus (lingkaran setan).
Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan makanan yang bergizi. Seperti tercukupinya daging sapi yang dikonsumsi oleh orang Indonesia. Jika rata-rata daging sapi yang dikonsumsi orang Indonesia saat ini hanya sebanyak 2,2 kg perkapita. Sedangkan di dunia rata-ratanya yaitu sebanyak 6,4 kg perkapita. Oleh karena itu pemerintah harus memperbanyak lagi stok daging sapi untuk orang Indonesia. Jika, ingin murah dan banyak khasiatnya yaitu makan daun kelor. Karena daun kelor sangat tinggi gizinya. Oleh karena itu, kita sebagai generasi Indonesia harus bisa menjaga pola makan. Karena, pola makan sangat penting untuk masa depan.





