[blockquote footer=”(Prof. Burhan Bungin)”]“Fungsi utama dari komunikasi massa adalah melakukan guiding dan pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat, memberikan pencerahan terhadap masyarakat dengan komunikasi yang efektif dan efesien, secara bersamaan di masyarakat luas. Fungsi komunikasi massa ini merupakan sebuah andil yang dilakukan untuk menutupi sebuah kelemahan fungsi-fungsi pedagogi yang dilaksanakan melalui komunikasi tatap muka.”[/blockquote]
Komunikasi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan melibatkan masyarakat luas (publik) merupakan sebutan khusus komunikasi massa. Komunikasi yang tidak dikhususkan bagi perorangan dan kelompok tertentu, masyarakat dari berbagai latar belakang bebas dan berhak terlibat dalam komunikasi massa. Komunikasi yang terdiri dari masyarakat dalam jumlah besar yang menyebar dimana mana dan tidak mengenal satu sama lain, tidak saling tahu menahu bahkan belum pernah bertemu sebelumnya dan berhubungan secara personal, serta memiliki kebudayaan dan keragaman yang berbeda beda.
Maka menjadi sulit bagi komunikasi massa untuk mengkoordinir audien atau komunikan, sebab jumlah mereka yang terlalu banyak dan berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari usia dini sampai usia renta, dari kalangan orang-orang terdidik hingga non pendidikan yang menjadi sasaran komunikasi massa.
Proses komunikasi ini, mengandalkan teknologi telematika khususnya media massa sebagai teknologi penting dalam proses kegiatan komunikasi. Dengan demikian proses komunikasi massa adalah juga sebuah proses media massa. Media massa merupakan media komunikasi dan informasi yang menyampaikan pesan secara massal dan dapat diakses oleh masyarakat secara massal pula, sehingga pesan itu bersifat infromasi massal, artinya bukan dimiliki perorangan. Dengan demikian maka, informasi tersebut menjadi milik publik yang ditujukan kepada individu masing-masing. Salah satu contoh media komunikasi massa ialah seperti Surat Kabar Cetak, Televisi, Radio, dan Media Online.
Komunikasi massa melalui teknologi telematika tentunya bukan komunikasi yang dilakukan oleh perseorangan, melainkan bentuk tim. Burhan Bungin mengatakatan bahwa komponen dasar komunikasi massa adalah, komunikator, media massa, informasi (pesan), gatekeeper, khalayak dan umpan balik (feedback). Tambahan gatekeeper disini berarti penyeleksi informasi yang betugas menyeleksi informasi (pesan) yang akan disampaikan ke khalayak (publik), memiliki kewenangan memperluas serta membatasi informasi yang akan disampaikan.
Bagian-bagian gatekeeper pada media massa bersifat dimensional. Dari pemaparan diatas bias disimpulkan bahwa aktifitas komunikasi massa dijalankan oleh beberapa orang dalam organisasi media massa, dengan persiapan dan proses yang bertahap untuk mencapai tujuan komunikasi massa.
Pada kategori penyampaian pesan, selain sebagai menyajikan informasi, media massa juga berfungsi sebagai pengawasan terhadap aktifitas masyarakat pada umumnya, fungsi pengawasan ini bisa berupa peringatan dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol sosial dapat dilakukan dengan aktifitas preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masyarakat.
Contoh, akhir-akhir ini media massa baik televisi, radio dan surat kabar menyampaikan beberapa informasi tentang bahaya virus corana atau Covid-19 serta cara penanggulangannya, agar terhindar dari serangan virus mematikan ini, berikut dengan teknis mencuci tangan dan tata cara berkontak dengan lawan bicara. Akibat dari media massa, masyarakat dari berbagai lapisan dapat memahami dan mengambil gambaran tentang bahaya virus tersebut. Efek yang terjadi pada masyarakat sebagai komunikan ialah lebih waspada dan berhati-hati. Fungsi lain dari media massa adalah hiburan yang seirama dengan fungsi-fungsi lain.
Namun, Burhan Bungin mengatakan bahwa fungsi utama dari komunikasi massa ialah pendidikan sosial (Social learning), dimana semua bentuk informasi yang diproduksi oleh media massa harus bisa memberikan pendidikan terhadap publik atau khalayak. Tugas utama media massa memberikan pencerahan-pencerahan terhadap masyarakat dimana komunikasi massa itu berlangsung. Komunikasi massa dimaksutkan agar proses pencerahan itu berlangsung efektif dan efesien dan menyebar secara bersamaan di masyarakat secara luas.
Fungsi komunikasi massa ini merupakan sebuah andil yang dilakukan untuk menutupi kelemahan fungsi-fungsi pedagogi yang dilaksanakan melalui komunikasi tatap muka, dimana karena sifatnya, maka fungsi pedagogi hanya dapat berlangung secara eksklusif antara individu tertentu saja. Melalui peran komunikasi massa maka publik dapat menambah wawasan baru dan aktual untuk tambahan kajian keilmuan dan peningkatan civitas akademika.
Media massa yang berbentuk cetak (surat kabar), audio (radio), dan audio visual (televisi) harus mengedepankan konsep ideal dari komunikasi massa itu sendiri, memahami audien atau komunikan sebagai sasaran komunikasi, menghindari konten yang tidak mendidik atau merusak mental, seperti menanyangkan berita-berita bohong (hoaks) dan provokatif seperti tayangan kriminal, apalagi menebar kebencian dan fitnah.
Karena semua pesan (informasi) yang di siarkan oleh media massa akan membentuk opini publik dan prilaku publik, maka ketelitian menjadi prioritas dalam media massa. Terutama pada media-media mainstream yang mempunyai kapabilitas dan kredibiltas tinggi di masyarakat, harus senantiasa menyediakan konten-konten mendidik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai sasaran komunikasinya, mengemas informasi tersebut dengan pendidikan serta meminimalisir unsur-unsur siaran tidak produktif.
Dalam karyanya “How Communication Work” oleh Wilbur Scramm mengatakan bahwa Informasi (pesan) hendaknya dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik sasaran yang dimaksud. Informasi (pesan) hendaknya menggunakan tanda-tanda yang menunjukkan pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran sehingga sama-sama dapat dimengerti. Kedudian juga pesan hendaknya membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memproleh kebutuhan itu. Tekahir dari pernyataannya ialah, pesan hendaknya menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan tadi.
Disini komunikasi massa dengan media massa merupakan strategi pendidikan, sebagaimana di singgung di awal. Di dunia pendidikan kita mengenal metode pedagogi dan andragodi, yakni pendidikan anak-anak dan pendidikan orang dewasa, namun sering perkembangan ilmu pengetahuan, banyak dijumpai strategi pendidikan maupun belajar, berikut salah satunya dengan media massa, sebagai sarana ampuh mempengaruhi sasaran komunikasinya. Maka memanfaatkan komunikasi massa melalui media massa akan lebih berhasil memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat, kecuali pada masyarakat tertentu yang mempunya kelainan seperti penyandang disabibiltas, buta aksara, dan seterusnya.
Berhasil tidaknya suatu tujuan komunikasi (pendidikan), dalam hal ini sebagai strategi pendidikan terletak pada keterampilan komunikator. Jelas bahwa komunikator dalam komunikasi massa selalu berbetuk tim dan harus memiliki ciri-ciri sebagaimana telah digambarkan diatas, yang menjadi prinsip komunikasi massa. Komunikasi massa bersifat publisitas, artinya informasinya diperuntukkan untuk umum, juga bersifat universalitas, artinya pesan yang disampaikan bersifat luas, nasional maupun internasional, serta bersifat aktualitas, artinya infomasi (pesan) bersifat segar dan actual, bukan berita bohong atau basi. Ketiga sifat ini merupakan subpoin dari komunikasi massa sebagai strategi pendidikan.
Target dari komunikasi massa sebagai strategi pendidikan ialah terletak pada efek komunikan. Bagaimana audien dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya melalui konten-konten yang disajikan oleh media massa, kemudian pada kemampuan afektifnya yang terbangun malalui efek komunikasi massa, banyak contoh kasus pemabahsan tentang ini, kemudian yang terkahir pada segi behavior atau tingkah laku publik yang dibentuk akibat komunikasi massa.







