Jika tumbuh adalah laju
Maka aku tak mau layu
Jika bunga memulai dengan kuncup
Maka aku berada di antara leptup
Berserak harap dan cemas
Menerka hati yang tak berbias
Namun aku satu
Padu dalam beradu
Bait melangit menandakan kala
Detik berbirit pernah terlalui
Namun kau angkuh,
Berlalu begitu laju hingga aku tak mau tahu
Ku melihat Tuhan masih ada
Meski kau hantarkan luka pada senyawa
Aku memilih teguh
Meski luka seringkali berpeluh
Cinta bukan hadir sesaat
Ia hadir meski kadang kala tak terucap
Aku terdiam, namun tak sedikit pun meragu
Pada temu yang ku harap satu







