Eco Print Sebagai Solusi Wirausaha Milenial Bermodal Murah di Tengah Pandemi

Eco Print Sebagai Solusi Wirausaha Milenial Bermodal Murah di Tengah Pandemi

Semarang, Selasa (02/11/20202) – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 75 Dari Rumah UIN Walisongo bersama masyarakat khususnya generasi milenial, pemuda karangtaruna Koveri Kelurahan Bringin, Semarang mengadakan pelatihan kewirausahaan eco print dengan mamanfaatkan daun-daunan yang ada.

Ecoprint, sesuai namanya “eco” yaitu ekosistem (alam) dan “print” yaitu cetak. Jadi, ecoprint ini dibuat dengan cara mencetak bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar sebagai pewarna ataupun motif. Bahan yang digunakan cukup mudah yaitu dedaunan, dan mempersiapkan tas kanvas atau kain sebagai dasar.

Kondisi pandemi ini mengharuskan kita sebagai elemen masyarakat mendorong pemberdayaan guna menjaga ketahanan perekonomian di daerah. Untuk itu, sebagai pelaksana KKN mempunyai ide untuk mengajak remaja karangtaruna berwirausaha ditengah pandemi.

“Bidang pelatihan kewirausahaan yang saya gelar di daerah itu sesuai dengan kebutuhan dan Sumber Daya Alam (SDA) di daerah yang ada. Dari banyak potensi pemuda di daerah Koveri, kita akan tingkatkan kapasitas usaha dan kualitas SDM wirausaha di bidang kerajinan berbahan daun-daunan” Risma Nisrina anggota tim 77 KKN UIN Walisongo.

Bacaan Lainnya

Tujuan diadakannya pelatihan wirausaha ini supaya mereka para pemuda bisa mengoptimalkan SDA yang ada di sekitar, sehingga kaum pemuda khususnya generasi milenial setempat dapat bergerak dan mengembangkan kewirausahaan ini.

Selain mengikuti pelatihan, para pemuda karangtaruna Koveri ini diajak untuk terus mencari informasi pembelajaran mengenai wirausaha untuk meningkatkan kualitas berwirausaha.

“KemenkopUKM memiliki pembelajaran berbasis online dan dapat diakses melalui edukukm.id. Dalam web tersebut banyak pengetahuan berwirausaha dan juga ada pelatihan pemasaran online juga” tutur Risma.

Para remaja yang mengikuti pelatihan ini cukup antusias mendapatkan informasi dan pengetahuan baru.

“kami sangat senang belajar hal baru seperti ecoprint ini, saya juga baru pertama kali tahu hal ini dan ternyata membuatnya sangat mudah dan tidak perlu biaya modal yang banyak” Lindha, selaku pemuda karangtaruna Koveri, Semarang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *