Oleh: Syifa Zahwa, Mahasiswa KKN MIT DR ke-12 UIN Walisongo Semarang kelompok 26

Pada tahun 2018 silam, Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai objek wisata kampung rajungan menyusul potensi hasil tangkapan lautnya, khususnya rajungan cukup melimpah. Karena Desa Betahwalang menjadi kampung rajungan, warganya sudah diminta membersihkan lingkungan sekitarnya dari tumpukan sampah.

Sekarang, pemerintah Kabupaten Demak menyiapkan pembangunan miniplant, pabrik kecil pengolahan ikan rajungan di Desa Betahwalang. Pabrik ini akan menjadi sarana yang baik bagi warga untuk membudidayakan rajungan. Biasanya, hasil tangkapan saat panen harus dibawa ke pengolahan di daerah lainnya. Tapi dengan adanya pabrik sendiri, pengolahan langsung bisa dilakukan lalu di ekspor. Sehingga, dapat memutus mata rantai atau perantara penjualan, dan nelayan tetap untung.

Literasi digital di Desa Betahwalang belum sepenuhnya baik. Untuk itu diperlukan digitalisasi ekonomi supaya penjualan semakin meningkat dan agar masyarakat mencintai dan menguasai baharinya untuk kepentingan eksplorasi, serta eksploitasi perekonomiannya. Hal ini menjadi hal utama yang harus selalu dilakukan.

Desa-desa di pesisir memiliki kelebihan dibanding desa di pegunungan, kelebihannya semiskin apapun warga masyarakat pesisir makannya masih bergizi seperti makan ikan. Tidak menutup fakta bahwa tokoh tokoh Indonesian kebanyakan dari daerah pesisir, karena gizinya tercukupi.

Untuk mendorong pembangunan desa tersebut harus melalui dana desa, sebab dana desa menjadi stimulus utama maka dari itu dana desa boleh digunakan untuk dua hal, pertama untuk pertumbuhan ekonomi yang kedua untuk peningkatan SDM. Dari dana itu juga bisa digunakan pelatihan digital bagi para nelayan Desa Betahwalang.

Baca Juga   Jutaan Orang Tidak Menyadari

Pertumbuhan ekonomi selalu identik dengan digitalisasi. Hasil laut yang banyak itu harus terekspose keluar kemudian melibatkan swasta misalnya Astra melakukan pendampingan kepada masyarakat nelayan sehingga kita bisa memberikan ruang yang cukup kepada para pihak untuk melakukan eksplorasi terhadap potensi laut tetapi dilakukan di desa Betahwalang yang akan dimobilisasi yang disebut dengan BUMdes.

 

 

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Menebar Manfaat dengan Berbagi Makanan Bergizi

Previous article

KKN UIN Walisongo Kelompok 26 Lakukan Kunjungan UMKM Roti dan Kue “Dapur Sinta Rahma”

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Zetizen