Bukan Menyesali, namun Refleksi Diri yang Lebih Berarti

Refleksi diri merupakan suatu kegiatan perenungan atas berbagai hal yang terjadi dalam  hidup. Seperti pengalaman, kebiasaan, dan keputusan. Refleksi diri sama hal nya dengan introspeksi diri. Melakukan refleksi diri secara rutin dan cara yang tepat dapat memberikan manfaat yang banyak bagi diri kita. Diantaranya, yaitu: membuat badan lebih sehat, dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam diri kita sehingga kita dapat mengembangkan kelebihan untuk menutupi kekurangan kita. Membuat kita lebih bijak dalam menanggapi sesuatu karena telah paham atas konsekuensi yang akan kita ambil dari suatu permasalahan sebelumnya. Dan juga akan mendapatkan pelajaran berharga dari masalah-masalah sebelumnya sehingga akan membuat kita lebih optimis dalam menjalankan hidup kedepannya.

Refleksi diri sangatlah penting dilakukan karena disadari maupun tidak, terkadang tingkah laku kita sering berbelok dari ranah yang lurus sehingga dapat menimbulkan noda-noda hitam yang menempel dalam tubuh kita. Sekalipun kesadaran berkata tidak, namun kesalahan-kesalahan itu dapat terjadi karena distimulasi oleh nafsu dan godaan.

Maka dari itu, mari kita merefleksi diri kita. Lantas bagaimanakah caranya? Pertama, buatlah pertnyaan-pertanyaan yang penting untuk kita jawab sendiri terkait apa yang seharusnya kita benahi dalam diri kita. Dari hal yang paling sepele hingga hal yang paling penting. Mari kita coba sandingkan dengan titik termurni dalam diri kita. Kita kaitkan dengan pemahaman agama kita. Secara jujur dan ikhlas jawablah pertanyaan kita sendiri menurut realita kehidupan. Misal, Apakah sudah berjalan dengan baik hidup ini? Seberapa buruk kita melangkah? Apakah ini hakikat kehidupan yang kita inginkan?

Setelah membuat pertanyaan untuk diri kita sendiri, langkah selanjutnya yaitu memilih metode yang tepat. Adapun metode yang dapat kita gunakan antara lain menulis, bermeditasi, berjalan, dan juga berlari. Dengan menulis kita dapat menuliskan pertanyaan-pertanyaan tadi dan menjawabnya di suatu kertas. Sedangkan kalau bermeditasi adalah suatu bentuk latihan berupa merenung, memusatkan, dan menjernihkan pikiran. Parktik ini biasanya dilakukan dengan cara duduk sila dengan tenang, memejamkan mata, dan mengatur pernafasan perlahan-lahan secara teratur selama kurang lebih 10-20 menit. Adapaun jika dengan cara berjalan dan berlari yaitu dalam keadaan berjalan atau berlari kita sambil merenungkan sesuatu, misal pertanyaan-pertanyaan tadi.

Setelah memilih metode, selanjutya yaitu menentukan jadwal yang pas untuk refleksi diri. Dengan begitu kita akan terbiasa untuk melakukan refleksi diri. Untuk awal-awal cobalah kita mulai dalam waktu yang singkat terlebih dahulu, misal 5-20 menit. Kemudian tambahkan waktunya dengan perlahan.

Mari kita merefleksi diri kita masing-masing agar terpecahkan masalah-masalah yang ada dalam diri kita. Mari kita dekatkan diri kepada sang maha kuasa agar senantiasa mendapat ridhonya. Disucikan hati kita dan dijauhkan dari segala fitnah dunia. Namun, ingatlah bahwa tujuan refleksi diri bukan untuk menyesali apa yang telah terjadi kemudian menyalahkan diri sendiri. Sebaliknya, refleksi diri dilakukan agar kita dapat belajar dari masalah sebelumnya dan mampu membuat perubahan untuk masalah yang akan datang.

Dengan merefleksi diri semoga kita dapat mengerti diri kita sendiri atas apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita tinggalkan. Dengan begitu, InsyaAllah hidup kita akan terasa lebih tenang. Amiin.

Oleh: Muinnatu Lutfiah, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Kota Semarang 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *