Muhammad Natsir
Beliau dikenal sebagai negarawan ataupun sebagai tokoh pergerakan islam pada saat sebelum dan sesudah indonesia merdeka. Ia merupakan tokoh indonesia yang paling sederhana sepanjang masa. Beliau merupakan tokoh yang berperan dalam sejarah indonesia.
Mohammad Natsir lahir di Alahan Panjang Lembah Gumanti, kabupaten Solok, Sumatera Barat tepatnya pada tanggal 17 juli 1908. Ia merupakan anak dari pasangan Mohammad Idris Sultan Saripodo serta Khadijah. Ia mempunyai 3 orang saudara kandung, yang bernama Yukinan, Rubiah, serta Yohanusun. Jabatan ayahnya yaitu pegawai pemerintahan di Alahan Panjang, sedangkan kakeknya adalah seorang ulama. Ia nantinya akan menjadi pemangku kebiasaan atau adat untuk kaumnya yang berasal dari Maninjau, Tanjung Raya, ragam dengan gelar datuk Sinaro nan Panjang.
Muhammad Natsir berperan dalam masa orde lama dan orde baru. Beliau menjadi sangat tenar dalam kaca politik indonesia tatkala menjadi ketua Umum Masyumi pada tahun 1948. Masyumi sendiri merupakan partai politik yang mengayomi seluruh organisasi Islam di Indonesia. Duet beliau dengan K.H. Hasyim Asy’ari dicap sebagi sejarah bagi momen hubungan harmonis umat islam tradisionalis dan islam modernis dalam sejarah indonesia.
Beliau merupakan sosok negarawan sejati. Walaupun pernah diangkat sebagai perdana menteri oleh Bung Karno, beliau tetap sosok yang kritis dalam mengkritik kebijakan Bung Karno Ketika menjadi anggota Majelis Konstuante, beliau sangat keras berdebat dengan D.N Aidit, walaupun begitu, diluar kegiatan beliau selalu menunjukkan sikapnya yang penuh bersahabat dan akrab. Itulah sosok negarawan yang melekat dalam diri Mohammad Natsir.
Ketika memasuki orde baru, beliau tetap berkiprah dalam kaca politik kebangsaan, tetapi beliau menjelma sebagai sosok guru besar bagi para politisi Muslim Indonesia. Mohammad Natsir menjadi kunci aktivis muslim yang aktif di PPP, Golkar dan PDI. Beliau memberikan ketentraman dalam berpolitik, tidak dengan ketentraman.
Mohammad Natsir dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2008. Ini menjadi bukti bahwa beliau memiliki banyak jasa dalam sejarah perjalanan politik di Indonesia, dengan menciptakan mosi integrasinya yang sangat fundamental.







