Ilmu astronomi atau ilmu yang sering disebut dengan ilmu bintang adalah ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit yang berada di luar atmosfer bumi. Banyak yang mengira bahwa ilmu astronomi berbeda dengan ilmu falak. Padahal jika diteliti, ilmu astronomi sangat berkaitan dengan ilmu falak terutama dalam masalah peribadatan. Masalah yang sering diperdebatkan oleh banyak orang, terutama bagi kaum muslimin. Terlebih ketika menentukan arah kiblat dan waktu shalat yang merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan.
Ketika akan melakukan ibadah, sebut saja shalat dan puasa. Hal itu dapat diketahui melalui ilmu astronomi, sehingga ilmu falak dapat menyesuaikan setelah mengetahui keberadaan benda-benda langit. Karena untuk mengetahui waktu shalat, terlebih dahulu mencari data-data yang dibutuhkan, seperti mencari lintang tempat, bujur tempat, deklinasi dan data lainnya yang berkaitan untuk mengetahui waktu shalat. Sehingga untuk mengetahui data tersebut dapat diketahui melalui posisi benda langit terutama matahari.
Matahari sangat berpengaruh dalam penentuan hal-hal yang berkaitan dengan peribadatan. Sehingga mengetahui posisi matahari sangat penting bagi kaum muslimin. Karena untuk menentukan waktu shalat dari awal hingga akhir pelaksanaannya sangat dikaitkan dengan kedudukan matahari setiap harinya.
Antara ilmu astronomi dan ilmu falak, yang membedakan keduanya adalah cakupannya. Ilmu astronomi sering disebut ilmu induk karena cakupannya yang luas. Sedangkan pembahasan ilmu falak sama dengan ilmu astronomi, hanya saja cakupannya lebih sempit.
Mengapa ilmu astronomi dikatakan sebagai ilmu induk? Kalau begitu, ilmu astronomi memiliki anak sebagai cabang-cabangnya?
Ilmu astronomi membahas lebih luas mengenai benda-benda atau fenomena yang ada di alam semesta. Jika ilmu astronomi berinteraksi dengan ilmu-ilmu lainnya, maka akan menimbulkan ilmu baru yang disebut dengan cabang ilmu astronomi. Misal, ilmu astronomi yang berinteraksi dengan ilmu fisika akan melahirkan astrofisika, yaitu bidang ilmu yang mempelajari sifat-sifat fisika fenomena dan objek astronomi di alam semesta.
Sama halnya dengan ilmu astronomi yang berinteraksi dengan ilmu fiqih atau syari’ah akan melahirkan astrofiqih, yaitu bidang ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit serta kaitannya dengan peribadatan atau keislaman, sehingga sering disebut dengan astronomi islam, begitu banyak orang menyebutnya.
Akan tetapi, tidak ada penyebutan fisika islam, geologi islam, biologi islam, begitupun astronomi islam. Yang membedakan adalah perspektif dari masing-masing ilmu yang berinteraksi. Namun tidak masalah jika astronomi islam yang dimaksud adalah ilmu falak, yaitu ilmu astronomi yang berinteraksi dengan keislaman lalu menyebutkannya dengan nama astronomi islam. Wallahu a’lam bi al-shawaab





