Arah Gerak Generasi Z dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045  

Arah Gerak Generasi Z dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

 

Generasi Z adalah generasi setelah generasi milenial. Kumpulan orang yang termasuk dalam organisasi ini adalah mereka yang lahir dalam rentang tahun 1996 sampai dengan tahun 2012 masehi.  Generasi ini juga disebut dengan iGeneration atau internet ganeration. Apapun yang dilakukan oleh mereka tak luput dari dunia maya.  Sejak kecil mereka sudah  mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka. Baik itu pengaruh positif maupun pengaruh negatif, semua itu tergantung pada diri mereka masing-masing bagaimana mereka dapat memanfaatkan masa generasi z ini dengan baik. Sebagai generasi z, seharusnya mereka dapat memanfaatkan media sosisal, tidak hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi digunakan juga sebagai media berkarya, bekerja, dan belajar. Namun, pada kenyataanya banyak generasi z yang bertolak belakang pada hal tersebut. Kebanyakan dari mereka belum bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Mereka masih suka bermalas-malasan bahkan sampai melanggar aturan, misal minum minuman keras, hungan seks bebas, dll. Mereka juga  cenderung individualis karena lebih fokus pada dunia internet.

Sangat miris sekali melihat keadaan generasi z yang seperti itu. Sungguh  mereka termasuk orang-orang yang rugi karena tidak bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada  surat al-Asr ayat 1-3:

 “Demi masa (waktu). Sungguh benar-benar manusia itu dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.”

Akan tetapi, menurut Mohammad Nasih (Pengasuh Pondok Pesantren Monash Institute dan Sekolah Alam Planet Nufo) al-Qur,an tidak sereceh itu, maksud dari sungguh  manusia berada dalam kerugian tidak hanya kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh karena dalam surat al-Kahfi ayat 103 dijelaskan bahwa orang yang rugi adalah orang yang beramal sholeh akan tetapi tidak dihitung karena tidak beriman kepada Allah. Adapun yangdimaksud dengan beriman adalah beriman dengan benar berdasarkan konsepsi islam yang telah dijelaskan pada surat an-Nisa ayat 136:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا

Artinya:” Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”

Lantas bagaimana arah gerak yang seharusnya dilakukan oleh generasi z dalam menyongsong Indonesia emas 2045? Sebagai generasi yang memiliki kewajiban untuk ikut berkiprah dalam menyongsong Indonesia emas 2045 kita harus mempersiapkannya mulai dari sekarang. Seperti yang dikatakan Mohammad Nasich “ kita harus mandiri secara intelektual dan finansial.” Dengan kemandirian intelektual kita dapat membantu dengan cara menyumbangkan pemikiran-pemikiran kita untuk keberlangsungan Indonesia emas 2045 nanti. Misal dengan penguasaan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAQ (Iman dan Taqwa). Adapaun kalau dengan finansial kita dapat membantu dengan cara tidak menyusahkan pemerintah akibat ketidak mampuan kita dalam masalah ekonomi karena sudah bisa mandiri secara finansial.

Oleh: Muinnatu Lutfiah (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wahid Hsayim Kota Semarang)

 

 

                                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *