Ada Apa di Balik Senyum?

Banyak dari kita kadang tidak menyadari hal-hal kecil yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Bahkan saking tidak berartinya, kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana detail serta spesifikasinya. Contohnya adalah tersenyum. Saya tertarik membahas kata “tersenyum” setelah melihat salah satu disciples di pondok saya yang penuh dengan senyuman. Dia terkenal dengan hati yang lembut, kalem serta senyuman yang tak pernah hilang dari bibirnya.

Tapi suatu hari, saya mendapati sesuatu makna yang berbeda dari senyum tulus yang biasa ia pamerkan. Ada sedikit perbedaan arti saat sedikit saja tarikan bibirnya beda dari biasanya. Tapi saat saya bertanya, “ada apa?” tidak ada jawaban selain senyuman dan kata-kata “tidak apa-apa.”

Semua orang tahu, kata “tidak apa-apa” yang keluar dari bibir seorang perempuan adalah sebuah kebohongan besar. Maka tidak butuh waktu lama untuk saya menelaah, ada banyak beban yang terkandung di hidupnya, walaupun senyuman yang terkenal itu tak luput sedetikpun dari bibir ranum merahnya.

Logika yang saya pegang, ketika seseorang tersenyum, maka ia sedang dalam keadaan berbahagia. Namun dari kasus tadi, ternyata masih ada manusia di muka bumi ini yang tersenyum bukan karena merasa bahagia, namun sebagai wadah untuk menutupi kesedihannya.

Lalu bagaimana sebenarnya senyum bisa dihasilkan oleh manusia dan bagaimana konsep senyum diatur dalam Al-Qur’an.

Secara fisiologis, senyum adalah ekspresi wajah yang ditampilkan pada saat orang merasa senang dengan gerakan bibir terbuka . Namun jika ditelaah secara kimiawi, proses terjadinya senyum yang diteliti oleh Robert Zajonc, seorang psikolog yang dikenal dengan studi tentang efek suasana hati terhadap senyuman, mengatakan bahwa  ada bagian tubuh yang disebut  dengan arteri karotid internal. Arteri Karotid berbentuk pipa  yang bertugas mengantarkan sebagian besar darah ke otak. Untuk sampai ke otak, arteri ini merambat melewati bagian-bagian pembuluh darah yang ada di wajah.

Sehingga ketika seseorang tersenyum, otot-otot wajah tertentu meregang dan mengencang yang mengakibatkan mengerutnya  pembuluh darah. Hal tersebut akan mengurangi jumlah darah yang mengalir melalui arteri karotid ke otak dan mengakibatkan turunnya suhu kulit karena kurangnya darah. Penelitian inilah yang kemudian dijadikan sebagai dalil bahwa tersenyum dapat membuat kerutan lebih cepat terjadi pada wajah manusia.

Sebagaimana yang kita tahu, otak memiliki berbagai macam hormon termasuk hormon kebahagiaan. Ada tiga macam hormon  yang akan muncul ketika seseorang merasa bahagia yaitu dopamin, endorfin dan serotonin. Hormon-hormon tersebut dapat  menenangkan sistem saraf, menurunkan denyut jantung dan tekanan darah. Hormon dopamin dapat memberikan energi dan motivasi, hormon endorfin dapat mengurangi rasa sakit dan memunculkan euforia,  serta hormon  serotonin dapat memperbaiki mood seseorang.

Dapat kita simpulkan bahwa senyum merupakan hal yang memiliki proses dan tidak sembarang terjadi. Namun bagaimanakah akibat jika tersenyum namun ternyata tidak menghasilkan hormon kebahagiaan? Dalam beberapa artikel, disebutkan bahwa senyum secara terpaksa memiliki efek samping tersendiri terhadap psikologis manusia. Hal ini menjadi permasalahan yang dialami oleh sebagian besar kawula muda pada zaman sekarang.  Ketika mereka merasakan kesedihan, amarah, atau berbagai elemen rasa lainnya, mereka tidak bisa mengekspresikan hal tersebut secara lugas. Lebih dari 70 % manusia menutupi amarahnya dengan senyuman.

Dalam dunia kesehatan psikologi, sesuatu yang dirasakan oleh manusia harus diekspresikan secara merdeka, sehingga tidak terjadi tekanan dalam diri seseorang. Biasanya, manusia akan cenderung memikirkan sesuatu yang belum bisa ia ungkapkan. Terkait hal tersebut, akan ada banyak beban fikiran yang menumpuk ketika seseorang memilih untuk menutupi berbagai kesedihannya dengan senyuman yang dipaksakan.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki hak asasi untuk mengungkapkan perasaan yang sedang ia rasakan, baik berupa amarah, kesedihan, kekecewaan dan lain sebagainya. Namun hak tersebut masih dibatasi oleh hak-hak orang lain yang hidup berdampingan dengan kita. Ketika kita merasakan amarah, bisa saja kita memarahi orang lain yang mungkin tidak bersangkutan atas apa yang kita rasakan. Maka hal tersebut akan mengakibatkan hubungan tidak sehat antarseseorang dengan lainnya jika rasa-rasa yang dirasakan oleh manusia tidak diatur dengan baik.

John Gottman dalam bukunya yang berjudul Kecerdasan Emosional Anak memberikan solusi dalam mengatur rasa. Ia menyebutnya dengan self control atau mengontorl diri sendiri dalam berbagai perasaan. Ada lima hal yang ia tawarkan dalam bukunya yaitu, memilih situasi, memodifikasi situasi, mengalihkan fokus perhatian, mengubah mindset serta mengubah cara respons terhadap orang lain.

Seseorang bisa menghindari berbagai keadaan yang bisa mengakibatkan  rasa-rasa tersebut akan muncul. Misal, ketika seorang terlambat memasuki ruang kelas, konseskuensinya adalah dimarahi dosen. Perlakuan “dimarahi dosen”  bisa mengakibatkan rasa takut, malu dengan teman kelas, badmood sepanjang hari dan lain sebagainya. Maka untuk menghindari keadaan-keadan tersebut, seseorang harus memastikan dirinya hadir di kelas tepat waktu sehingga tidak terlambat dan terhindar dari kemarahan dosen.

Begitupula rasa bahagia. Kebahagiaan bisa diatur oleh diri sendiri. Seperti yang termaktu dalam Al-qur’an surah hud ayat 108 yang menggambarkan betapa beruntungnya menjadi orang yang selalu hidup Bahagia, karena merekalah orang-orang yang kekal didalam syurga.

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُوا۟ فَفِى ٱلْجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

“Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya.”
semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang berbahagia dan mampu mengontrol diri dalam menghadapi berbagai situasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *