Sujud Wanita

 

Malam baru saja datang dengan selimut sunyi

Jiwa-jiwa baru saja menikmati lelapnya mimpi

Tetapi, mengapa tangisan sendumu sudah menggema dilangit?

Bacaan Lainnya

Dan mengapa sajadahmu sudah penuh dengan air?

Dan mengapa tanganmu sudah mengadah seperti pengemis dipinggir jalan yang meminta?

Apa sejatinya yang kau tangisi?

Dan apa yang kau pinta?

Do’a apa yang kau haturkan pada Tuhan?

Dan nama siapa itu?

Bukankah nama yang kau sebut adalah sosok yang terkadang atau bahkan sering mengoyak hati kecilmu?

Walaupun begitu, masih saja kau haturkan nama itu pada Tuhan dengan seribu doa kebajikan.

Tak kah kau sakit hati karena ulahnya?

Masihkah kau berharap pada jagoanmu?

Sekarang aku percaya

Kau adalah wujud ciptaan Tuhan yang penuh kasih di muka bumi ini.

Anakmu yang nakal ini saja masih kau sengaja untuk kau haturkan pada Tuhanmu.

Kau terlalu baik kalau dikata hanya sebatas manusia

Kau itu malaikat, penuh kasih dengan mata sembab dan tangan peminta.

Ibu….

Bunda….

Mama….

Ummi….

Emak…

Maaf, belum bisa membahagiakanmu tapi sering membuatmu menangis.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *