Asmara Hijau Hitam

Dinda, sepertinya, aku memang tidak akan pernah bisa benar-benar meninggalkanmu, apalagi melupakanmu.

Kenangan itu begitu membekas di dadaku. Tak ada penghapus yang kuat menghapusnya. Termasuk tinta hitam yg mewarnai sebagian kecil kisah hijau hitam ini.

Kisah kita terlalu indah untuk sekadar ditulis dalam guratan asaku. Tak cukup tanganku untuk menuliskan tentangmu. Tinta yang kusediakan mendadak habis untuk menggoreskanmu asmaramu.

Ingatkah kau tengah malam itu? Di tengah sisa-sisa suara riuh ibukota yang parau, kita tidak berhenti diskusi dan bergurau. Sampai akhirnya, kau terlelap dalam pundak kehidupan.

Pun dengan panas terik mentari yang menyayat laiknya pisau, kita tidak pernah kalah, apalagi menyarah kacau.

Kita bertahan, dan memang kekuatan kita di situ. Ya, aku membutuhkanmu, karena aku memang mencintaimu.

Aku tidak peduli dengan omongan kawan yang mengingatkan bahwa aku mestinya sudah ‘move on’ dan meninggalkanmu. Sampai Tuhan memberikan keputusanNya untukku.

#Hijauhitamku
#AsmaraHijauHitam
#AnzorAzhiefAlfarizi #Noer

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *