Inilah Sunnah Buka Puasa

Puasa adalah salah satu rukun Islam keempat yang harus dilaksanakan setiap umat muslim. Hanya satu tahun sekali dapat menjumpai puasa, yaitu pada bulan Ramadhan. Waktu berpuasa pun sudah dijelaskan dalam pertengahan QS. Al-Baqarah ayat 187

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ

“dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam,”

Berbuka puasa cukup dengan minum dan makan yang cukup. Pada saat berbuka, tubuh harus memberikan nutrisi akibat hidrasi yang terjadi selama kurang lebih 12 jam. Ada beberapa hal yang dicontohkan Rasulullah.

Bacaan Lainnya

Pertama, berdo’a sebelum berbuka.

Seperti halnya dengan ibadah atau pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Berdo’a memangsangat dinajurkan karena mengandung unsur tersendiri di dalamnya. Dalam konteks ini, berdo’a sebelum berbuka juga dianjurkan supaya puasa bisa diterima dan dosa diampuni.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi, Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: Demi keagunganKu, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Dalam hadist tersebut dijelaskan kalau orang yang berpuasa sampai berbuka do’anya tidak tertolak. Oleh sebab itu, orang yang berpuasa sebaiknya memanfaatkan waktu untuk berdo’a di samping dia sudha berusaha.

Kedua, menyegerakan berbuka.

Menyegerakan berbuka memang hal dianjurkan bahkan sangat dinantikan orang yang sedang berpuasa. Akan tetapi, da hal yang harus diperhatikan. Berbuka jangan dijadikan alasan untuk tidak melakukan sholat maghrib apalagi untuk berjama’ah. Sebab, pada dasarnya berbuka itu hanya untuk membatalkan. Berbeda dengan makan malam dengan mengkonsumsi makanan berat.

Pada saat berbuka puasa, tidak hanya tubuh yang dihidrasi dan diberi nutrisi, tetapi juga jiwa yang diberkahi dengan rasa syukur dan kesadaran akan berkat yang diberikan. Ini adalah momen ketika orang merenung tentang penderitaan orang lain yang kurang beruntung dan memperoleh empati yang lebih dalam terhadap mereka. Sementara ketika makan malam, fokusnya lebih pada kebutuhan fisik belaka, seringkali tanpa memperhatikan keberuntungan yang dimiliki atau makna yang lebih dalam dari proses itu sendiri.

Ketiga, berbuka dengan air dan kurma.

Buka puasa dengan air dan kurma bukan sekadar sebuah tindakan rutin menjelang berbuka, melainkan sebuah simbolisme yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tradisi ini menyiratkan makna yang melampaui aspek jasmani dan merambah ke dimensi spiritual dan sosial.

Air dan kurma adalah representasi dari sumber kehidupan yang sederhana namun kaya makna. Air adalah elemen esensial yang menopang kehidupan kita. Sebagaimana tubuh kita membutuhkan air untuk bertahan, jiwa kita juga membutuhkan kebaikan dan kebenaran untuk berkembang. Air mencerminkan kesucian, kesegaran, dan kehidupan yang terus berputar. Sementara itu, kurma adalah buah yang penuh dengan nutrisi dan memberi energi, menjadi simbol kebaikan dan kelimpahan.

Ketika kita memilih untuk membuka puasa dengan air dan kurma, kita mengajukan pesan kepada diri sendiri dan orang lain tentang pentingnya mensyukuri nikmat-nikmat sederhana yang telah diberikan Allah kepada kita. Bahkan dalam kesederhanaannya, air dan kurma mengajarkan kita untuk bersyukur atas karunia yang Allah berikan kepada kita setiap hari.

Selain itu, buka puasa dengan air dan kurma juga mengandung pesan kesehatan dan kebersihan yang sangat penting, terutama dalam konteks puasa. Air sebagai minuman utama yang diandalkan saat berbuka membantu menghidrasi tubuh yang telah kekurangan cairan sepanjang hari. Sementara itu, kurma mengandung nutrisi yang penting untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Dengan memilih kombinasi ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memastikan bahwa tubuh kita mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap sehat selama bulan suci Ramadan.

Lebih dari itu, buka puasa dengan air dan kurma juga mengajarkan kita tentang pentingnya kesederhanaan dan berbagi dengan sesama. Air dan kurma adalah pilihan yang sederhana namun bermakna, dan pesannya dapat diartikan sebagai ajakan untuk berbagi apa yang kita miliki dengan orang lain, terutama mereka yang kurang beruntung. Hal ini mengajarkan kita untuk tidak menghambur-hamburkan nikmat yang kita miliki, melainkan untuk bersikap hemat dan peduli terhadap kebutuhan orang lain di sekitar kita.

Dengan demikian, buka puasa dengan air dan kurma bukan hanya sekadar sebuah tindakan ritual, melainkan sebuah pernyataan nilai dan keyakinan yang mendalam. Ini adalah panggilan untuk menghargai nikmat sederhana, menjaga kesehatan tubuh dan jiwa, serta berbagi kebaikan dengan sesama. Wallahu a’lam bi al-shawab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *