Oleh: Zulfatul Ma’ani, Mahasiswa KKN MIT DR ke-12 UIN Walisongo Semarang kelompok 26
Pandemi berkaitan erat dengan kesehatan. Sejak awal hadirnya Covid-19, rangkaian edukasi seputar kesehatan banyak sekali digencarkan oleh pemerintah, kampus, dokter, dan sejumlah relawan kemanusiaan. Kini, Covid-19 sudah menginjak waktu 2 tahun. Tapi belum juga selesai. Sebenarnya, jika aturan ketat bisa dilakukan dan disadari oleh masyarakat, pandemi ini bisa segera berakhir. PR kita adalah kembali menggencarkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi.
Berbicara soal kesehatan, rumah sakit sebagai tempat menyembuhkan orang sakit sempat penuh beberapa waktu lalu. Membludaknya kasus covid disebabkan oleh banyak faktor. Terlepas dari ada atau tidaknya konspirasi corona, memang kesehatan adalah hal yang penting dijaga. Ini adalah pelajaran kecil yang mungkin tidak terasa bahwa kita semakin menjaga kesehatan atas adanya pandemi ini.
Hal hal yang harus dilakukan adalah pencegahan. Karena sebagaimana kata pepatah, “mencegah lebih baik daripada mengobati.” Upaya pencegahan justru harus dilakukan dalam lingkup yang terkecil terlebih dahulu seperti diri sendiri dan keluarga. Baru setelah itu mengedukasi masyarakat sekitar.
Peran orang tua sangat penting dalam menjaga kesehatan anak. Peran guru terhadap muridnya. Peran tokoh masyarakat kepada masyarakat sekitar. Dan peran kita kepada manusia lain. Semua bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya saja dengan membagikan postingan terkait kesehatan kepada grup grup WhatsApp. Kemudian menerapkan dalam lingkungan dan mengedukasi siapa saja yang tertarik. Peran seperti inilah yang mesti kita gencarkan.
Disamping itu, olahraga dan makan makanan yang sehat dan bergizi menjadi upaya tersendiri.







