Sistem Pendidikan Indonesia di Era Pandemi

Benarkah Senyawa Hisperidin Mampu Menghambat Pertumbuhan COVID-19 Ini Penjelasannya

Pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting di suatu daerah, karena pendidikan adalah salah satu penunjang kemajuan suatu bangsa. Maka dari itu, permasalahan yang berkaitan dengan pendidikan adalah suatu masalah yang serius, sehingga masing-masing daerah saling berlomba-lomba untuk memajukan kualitas pendidikan di daerahnya. Di Indonesia, permasalahan pendidikan adalah masalah yang kompleks dengan berbagai macam penyelesaian. Pendidikan yang dilakukan di indonesia memang diwajibkan bagi seluruh warganya, tidak terkecuali warga kurang mampu, dan itu sudah diatur diperundang-undangan di indonesia.

Dengan kondisi saat ini, dengan adanya pandemi yang dihadapi oleh seluruh warga di dunia, membuat sistem pendidikan di dunia termasuk indonesia menjadi terhambat. Bahkan tidak cuma dalam bidang pendidikan saja, namun hampir seluruh bidang yang sering di gunakan untuk berinteraksi juga terhambat, seperti pada bidang ekonomi, olahraga, dan kehidupan sosial. Sehingga diharuskan adanya perombakan dalam sistem dimasing-masing bidang. Di bidang pendidikan sebenarnya sudah melakukan perubahan sistem tersebut, dengan melakukan pembelajaran secara daring (pembelajaran dalam jaringan/ online). Namun masih banyak kekurangan dalam pelaksanaanya, dan memacu para siswa mengeluh atas pembelajaran daring tersebut.

Diantara permasalahan yang timbul, yaitu

  1. berkurangnya kualitas pembelajaran karena tidak bertatap secara langsung. Hal ini membuat feel yang ditransfer oleh guru tidak ditangkap secara maksimal oleh siswa, sehingga siswa cenderung mengabaikan penjelasan dari guru tetsebut.
  2. mengeluh karena diharuskan membeli gadget/smartphone yang lebih canggih. Ekonomi di indonesia memang cukup rendah, sehingga mereka merasa keberatan untuk membeli smartphone. Untuk hidup biasa saja sudah cukup sulit, ditambah lagi dengan adanya pandemi sehingga banyak pekerjaan yang ditutup dan berdampak pengangguran yang bertambah banyak.
  3. pembelian paket kuota yang lebih karena memakan banyak kuota internet, hal ini dapat terjadi karena pada proses pembelajaran tersebut sering melakukan pertemuan secara online dengan kamera, hal itu sangat membutuhkan kuota yang cukup banyak, sebenarnya pemerintah sudah memberikan bantuan berupa kuota yang diperuntukkan bagi siswa dan guru, namun pembagian kuota tersebut masih menjadi kendala karena pembagian yang kurang merata serta perbedaan perbedaan provider dan keterbatasan sinyal.

Selain itu, pada prosesnya ternyata tidak berjalan sesuai yang diprediksikan. Banyak sekali siswa-siswi yang belum paham sistem internet, sehingga meminta bantuan kepada orang-orang terdekatnya, dan orang-orang tersebut tidak terlalu menanggapinya dengan sangat serius.

Bacaan Lainnya

Pandemi hampir selesai, pemerintah sedang menyiapkan sistem pendidikan yang dirasa lebih berkualitas, terlebih lagi dengan adanya transisi dari sistem daring menuju sistem yang biasanya. Fleksibilitas pembelajaran menjadi salah satu cara untuk mengisi transisi tersebut. Fleksibel yang dimaksud adalah memberikan ruang gerak yang lebih bagi siswa dan guru dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran dengan banyak inovasi yang kreatif. Selain itu, dibutuhkannya suatu kesadaran dari masing-masing individu dalam melaksanakan sistem pendidikan sehingga tidak terkesan hanya menggugurkan kewajiban. Dan pada dampaknya, akan mendapatkan pembelajaran yang berkualitas dan menjadikan siswa-siswi indonesia menjadi orang orang yang berkualitas pula.

Oleh : Ihsanul I’tiqod, mahasiswa fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *