Pernah suatu ketika, kamu bertanya “apakah dia benar-benar mencintaiku” sambil kamu menyodorkan smartphone menunjukkan beberapa pesannya darinya.
“Entah”, jawabku. “Setauku, hakikat perempuan adalah bunga, sedangkan laki-laki adalah lebah. Jadi tidak mungkin bunga menghampiri lebah. Kecuali dengan cara menyerbakkan wanginya agar lebah berdatangan”, lanjutku.
Akhirnya kamu memutuskan untuk bersamanya. Sekarang kamu tahu jawaban atas pertanyaanmu. Jika dia kasar terhadapmu dan menyakitimu, itu bukan cinta, tetapi obsesi.
Obsesi untuk memilikimu.
Sejauh ini, aku masih diam ketika dia bersikap kasar terhadapmu di depanku. Apalagi kalau tidak di depanku, seberapa parahkah sikapnya terhadapmu?
Kamu masih memilikiku, mendekatlah. Tanganku selalu terbuka untuk mendekapmu supaya kamu tenang dan sabar.
Semoga dia yang (kamu anggap) mencintaimu, memiliki kelembutan hati dan disampaikan dengan cara lembut pula.
I love you more than you know and anything.
*Arf, yang selalu mencintaimu.







