Teduh Mimpiku dalam Gemuruh

Tetes hujan tak lagi dingin bagi tubuh
Menepi tumbuh tak tumbang oleh peluh
Bumi menghimpit nestapa coba
Namun Kau teduh kapanpun jumpa

Mataku pejam dalam dekap
Hatiku bekam lebam menuju hadap
Jika golak tak kau sembuh
Janjimu tak lagi utuh

Liku ini bak hantaman badai
Menghujam denyut nadi semayam diri
Jantungku berdegup tak lagi semai
Tapi kaki menapak laju sunyi

Jika tak kau kembali
Mungkin jasadku kan merugi
Serpihan sesal tak lagi padu
Jika kau sila menjamu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *