Sekarang ini sering kita saksikan bagaimana ulah Anak-anak Baru Gede (ABG) bahkan tidak sedikit pula kaum emak-emak tidak terkendali kecintaannya pada orang-orang yang diidolakan. Pemeran drama Korea, K-Pop menjadi deretan atas yang dikagumi remaja jaman sekarang. Sebut saja Jungkook, Jenny, sampai Lee Min Ho, siapa yang tak kenal dengan idola remaja sekarang. Jangankan remaja, kaum emak-emak pun juga menjadi salah satu pengagum berat mereka. Segala gerak gerik mereka, bisa menjadi jeritan remaja.
Ya, Korea memang sedang menjadi hits. Sama seperti zaman dulu, kita mengagumi The King of Pop, Michael Jackson atau merdunya suara Whitney Houston dan Mariah Carey. Mungkin juga, kita salah satu penggemar berat Sheila On 7, Dewa 19, atau sederet artis lainnya hingga rela berpanas-panasan antri menunggu konsernya, atau rela mengejar ke belakang panggung hanya untuk sekadar foto bersama, tak berbeda dengan remaja sekarang ini.
Tapi itulah realitas yang terjadi. ABG saat ini mulai keranjingan untuk menunjukkan kecintaan berlebih-lebihan terhadap tokoh yang diidolakan. Ada yang meniru perilakunya dengan direkam dalam video pendek dan menyebarkanya di berbagai media sosial, ada yang meniru gaya bahasanya dalam pergaulan sehari-hari, dan lain sebagainya. Padahal dalam ajaran Islam, hanya Rasulullah Saw yang layak dijadikan sebagai idola. Kalau pun memang mau mengambil tokoh lain yang baik di era Rasulullah Saw, masa sahabat, masa tabiin, maupun masa-masa setelah itu hingga kini. Islam mengajarkan bahwa siapa saja tokoh yang dijadikan idola di luar Rasulullah Saw, maka pengikutnya tidak akan mendatangkan pahala sedikitpun. Bahkan tidak jarang justru akan menyeret seseorang ke dalam neraka.
Bila yang dikagumi, dijadikan idola dan diikuti tuntutan perilakunya adalah orang-orang yang disebutkan di atas, atau tokoh lainnya, tentunya akan lebih menyedihkan lagi. Karena kebanyakan mereka bukanlah orang-orang Islam yang tentunya hanya akan menyeret kita mengikuti jalan-jalan yang mereka tempuh. Mengapa kita harus berusaha atau menjadi pengagum tokoh idola tersebut. Padahal Islam punya seabreg tokoh idola, misalnya kita bisa mengagumi pada kehebatan Napoleon Bonaparte? Sedangkan Napoleon sendiri adalah pengagum Khalid bin Walid sahabat Rasulullah Saw yang strategi perangnya masih dipelajari oleh orang-orang Barat di West Point hingga saat ini.
Memang sekarang ini kondisi umat Islam dilingkupi oleh berbagai kontradiktif. Dakwah meriah di mana-mana, tapi tidak sedikit materi dakwah yang melekat. Di kalangan orang-orang non muslim pun senantiasa terus menerus digalakkan berbagai upaya yang iming-iming, sehingga mereka tidak lagi mengidolakan Rasulullah Saw dan orang-orang alim lainnya. Tampaknya memang mazhab Zummer seorang missionaris sudah diterapkan. Zummer mengatakan, tugas missionaris sekarang ini bukan lagi mengkafirkan umat Islam, tetapi jauhkan mereka dari Al Quran dan Sunnah, jadikan mereka tidak bangga dengan Nabi Muhammad. Jauhkan mereka dari sejarah Islam, jadikan mereka malu mengakui ke-Islamannya, buatlah mereka jauh dari ulama-ulama mereka.
Jadi, bimbing dan komunikasikan remaja kita bahwa punya idola boleh saja selama mereka hadir hanya untuk mewarnai hari bukan menguasai diri. Arahkan mereka untuk memiliki idola yang memberikan dampak positif dalam keseharian dan menunjang mereka untuk menjadi orang yang lebih baik.
*Dikutip dari berbagai sumber.
Oleh: Dr. Mohamad Khamim, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal





