Rindu Tak Bertuan

Rindu tak bertuan

Sungguh malang nasib si puan

Berjuang sendirian melawan duri kerinduan

 

Rindu tak bertuan

Mati-matian hanya untuk mencipta pertemuan

Tak jarang yang dapat hanya kepasrahan

 

Namun sang Tuan tak pernah merasakan perihnya perjuangan

 

Malangnya si puan

Mengharap temu sebagai penawar, yang didapatkan hanyalah hambar

 

Sungguh malangnya si puan

Walau diabaikan

Tetap diperjuangkan

Walau tak diprioritaskan

Walau dinomorbelakangkan

Kerinduan mengalahkan segala perihnya pengorbanan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *