Pondok Pesantren sebagai Upaya Pencegahan Learning Loss

Oleh: Nisa Aulia Rohmah, Mahasiswa KKN MIT DR ke 12 UIN Walisongo Semarang kelompok 26

Pandemic covid 19 yang terjadi kurang lebih dua tahun ini, sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Penurunan daya belajar atau learning loss terjadi akibat Indonesia belum sepenuhnya siap menjalankan PJJ atau pendidikan jarak jauh. Akan tetapi berbeda dengan pondok pesantren yang tetap bisa beroperasi meski pandemi dan PPKM. Hal itu menunjukan harapan dan jalan keluar dari semua permasalahan belajar selama ini.

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang sampai sekarang masih eksis melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Hal tersebut dapat dilakukan mengingat ponpes memiliki treatment sebagaimana treatment pencegahan Covid yakni isolasi. Kegiatan isolasi biasanya dilakukan untuk mencegah penularan dan atau tertular Covid. Di ponpes, upaya isolasi sudah terjadi dan berlangsung sejak lama.

Proses ini menjadi jalan keluar bagi pembelajaran terutama dikalangan anak anak. Selain itu, ponpes memiliki serangkaian kegiatan yang mengacu langsung kepada sistem kepercayaan kepada Tuhan. Kepercayaan ini penting untuk menangkal stress dan menurunnya imun. Namun tidak lupa juga mesti diselingi syariat yakni dengan olahraga dan minum obat herbal.

Kegiatan pesantren di beberapa tempat, bisa terlaksana karena lingkungannya termasuk lingkungan yang sepi pengunjung. Ketika semua dimasukan dalam pesantren, tidak ada yang boleh keluar masuk. Sehingga penularan semakin kecil kemungkinannya.

Kita membutuhkan banyak pondok pesantren seperti ini untuk menumbuhkan kembali semangat belajar anak. Bertemu dengan teman, bertatap muka dengan guru, dan belajar bersama adalah serangkaian kegiatan wajib yang mestinya ada di dalam pendidikan. Karena pendidikan tidak hanya transfer of knowledge tapi juga transfer of value.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *