Dikutip dari catatan Wikipedia, naluri atau insting merupakan pola perilaku dan reaksi kepada suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tetapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun.

Manusia dan nalurinya sudah seperti raga dan nyawa, apabila salah satunya tidak ada, maka akan mati manusia itu. Begitupun dengan naluri, bukan manusia jika nalurinya telah mati. Hal ini dikarenakan naluri menjadi aspek yang memang harus benar-benar ditumbuhkan dalam diri setiap individu. Jika pola pikir tidak diwujudkan dengan baik, manusia sebagai makhluk sosial tidak akan mampu merasakaan kepekaan sosial, lingkungan, rasa, dan bahasa dengan baik. Seakan-akan apa yang dilakukanya adalah benar menurut pendapat dan tingkah lakunya sendiri. Hal ini tentu akan bertentangan dengan manusia dan makhluk lainya. Mengapa? Bukan tidak mungkin jika ada manusia tidak bisa menggunakan naluri sebagaimana semestinya. Jika hal tersebut terjadi, maka dia tidak akan memikirkan dampak yang terjadi kepada makhluk lain setelah apa yang dilakukanya. Makhluk di sini tentu bukan hanya manusia saja, lingkungan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa juga termasuk dalam kategori yang harus kita jaga, tentu tak terlepas dari naluri kita juga.

Contoh ringan, ketika kita melihat ada bunga terlihat layu di bawah terik matahari, kemudian kita hanya diam membiarkanya, maka lama kelamaan bunga itu dimungkinkan mati. Sekalipun tidak, maka tidak akan terlihat indah dan segar menebar keestetikannya. Hal ini adalah contoh dari naluri kita yang tidak peka terhadap lingkungan. Maka apa yang sebaiknya kita lakukan?

Baca Juga  Mengentaskan Buta Aksara Al-Qur'an

Mengambil air dan menyiramnya sehingga bunga itu didapati kembali segar. Selain itu, air juga diperlukan bunga untuk proses fotosintetis.

Maka dari itu, jika naluri kita baik, maka akan tumbuh aksi yang semestinya harus dilakukan. Tentu dengan insting yang pas atau pola pikir yang sebenarnya memang harus dilakukan. Mari mari kita tumbuhkan naluri yang baik. Hal ini tentu tidak akan membuat berat hidup kita, tetapi sebaliknya, jika apa yang kita lakukan telah sesuai dengan naluri, pasti semuanya akan terasa ringan penuh ketatanan. Ini akan membuat hidup kita jauh lebih baik dan terkondisi. Lahirkan naluri yang baik untuk kebermanfaatan bagi semua.

 

Oleh: Roudhotun Nisa, Disciples 2021 Monash Institute Semarang.

Pandemi Meradang, Pedagang Rest Area Banjaratma Pilih Gulung Tikar

Previous article

Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN MIT DR 12 UIN Walisongo Adakan Penanaman Pohon

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Gagasan