Pentingnya Memahami dan Mengatasi Trust Issue

Trust Issue identik dengan masalah rasa percaya. Trust Issue adalah masa ketika seseorang mengalami kesulitan memberikan kepercayaan kepada orang lain karena alasan tertentu, seperti penghianatan, trauma pengalaman buruk di masa lalu, hubungan yang kurang baik dengan orang terdekat atau kondisi obsessive compulsive disorder (OCD). 

Trust Issue bisa berlaku dengan siapa saja, mulai dari hubungan dengan pasangan, pertemanan, bahkan keluarga. Pada dasarnya, rasa tidak percaya terhadap orang lain merupakan hal yang wajar selama tidak terjadi terus menerus. Masalah kepercayaan ini bisa memicu masalah di masa depan sebab menimbulkan kekecewaan dan kehilangan situasi penting dalam hidup.

Lingkungan sosial dan keluarga bisa menjadi salah satu faktor utama seseorang mengalami trust issue. Lingkungan sosial yang membuat seseorang merasa selalu mengalami penolakan, pengucilan, atau bahkan perundungan berisiko tinggi. Orang yang mengalami hal ini akan selalu merasa tidak aman sehingga sulit mempercayai orang lain.

Kemudian jika lingkungan keluarga juga tidak bisa menjadi pelindung utama, maka seseorang akan lebih sulit menghadapi trust issue. Rasa tertekan dan cemas akan membuat seseorang membentengi dan membatasi diri dari orang terdekat atau orang sekitar.

Menurut Anastasya Rahmaniar dkk dalam buku yang berjudul Bunga Rampai Isu-Isu Komunikasi Kontemporer 2023, trust issue merupakan permasalahan pada kesehatan mental yang banyak dialami oleh generasi milenial. Permasalahan ini sangat berpengaruh bagi para remaja karena trust issue dapat menekan diri mereka dengan hal-hal negatif.

Trust Issue sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, termasuk kesehatan mental maupun emosi dan hubungan profesional maupun personal. Jangan pernah mengabaikan atau menganggap remeh trust issue, karena dampaknya bisa sangat buruk. Kita harus bisa memahami dan mengatasi trust issue yang banyak terjadi akhir-akhir ini. Karena memang masalah ini bisa sangat berbahaya bagi seseorang.

Orang yang mengalami trust issue mudah mengalami overthingking. Hal ini disebabkan oleh rasa tidak percaya kepada orang lain sehingga akan memikirkan hal-hal negatif. Dampaknya banyak remaja yang stress dan depresi karena overthingking yang berlebihan.

Orang yang tidak mudah percaya akan merasa lebih nyaman jika sendirian dan akan sulit terbuka dengan orang lain. Orang yang mengalami trust issue akan memilih untuk mengisolasi dirinya sendiri agar terhindar dari orang sekitar. Hal ini membuat orang terdekat merasa tidak dihargai sehingga hubungan akan merenggang. Kesempatan untuk mengenal orang baru juga akan hilang jika hal ini terjadi terus-menerus.

Setelah orang yang mengalami trust issue membatasi interaksi dengan orang lain, ia akan merasakan kesepian. Berada di sekeliling banyak orang justru membuat dirinya merasa kesepian karena sulit bersosialisasi dengan orang sekitar. Hal ini juga dipicu karena seorang yang mengalami trust issue merasa bisa menyelesaikan semua masalah sendiri.

Dampak lain dari trust issue adalah gangguan mental. Seseorang akan merasa cemas ketika menghadapi masalah atau ketika bertemu seseorang. Rasa cemas yang berlebihan akan menyebabkan depresi bahkan gangguan psikotik. Gangguan psikotik adalah gangguan jiwa berat yang menyebabkan pemikiran dan persepsi tidak normal. Dua gejala utamanya berupa delusi dan halusinasi.

Dampak trust issue yang sangat berbahaya bagi seseorang harus membuat kita selalu waspada. Jika sudah menyadari gejala-gejala trust issue, maka harus segera diatasi. Cara pertama atau yang paling penting adalah mencoba menumbuhkan kembali rasa percaya terhadap orang lain. Menaruh rasa percaya terhadap orang lain juga tidak perlu berlebihan, semuanya harus seimbang.

Cara yang kedua bisa dengan komunikasi secara jujur dan terbuka. Jika tidak bisa mengungkapkan detail peristiwa pahit di masa lalu, maka bisa mengungkapkan perjuangan dengan kepercayan diri. Cara ini bisa membantu orang lain untuk memahami situasi, sehingga bisa mengetahui cara yang tepat untuk menghadapi atau memberikan solusi.

Cara yang ketiga bisa dengan merefleksi diri sendiri. Luangkan waktu untuk introspeksi diri mengenai hal yang sudah dilakukan. Kemudian bisa merenungkannya dan memperbaiki hal yang kurang tepat. Cara ini juga bisa dilakukan bersama teman atau keluarga.

Kita harus menghindari hubungan dengan orang yang berbuat kasar atau toxic. Apalagi jika hubungan sudah terlanjur dekat dan sulit keluar atau memutuskan hubungan. Menumbuhkan rasa percaya kepada orang lain adalah hal yang sangat penting, begitu pula dengan menyeleksi orang-orang yang akan masuk ke dalam hidup kita.

Oleh: Laila Nurul Ainni, Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *