Pentingnya Memahami Berita Hoax Agar Tidak Terjerat Hukum

Di era digital ini perkembangan teknologi dan informasi berkembang sangat pesat. Salah satunya adalah penggunaan sosial media sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kemudahan dan kecepatan penyebaran informasi pada media sosial lebih cepat dibandingkan dengan media cetak, dampak positif dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi semakin terasa, namun dibalik semua itu dampak negatif dari perkembangan teknologi dan informasi juga tak mau kalah. Salah satu diantaranya adalah semakin banyaknya berita bohong atau hoax di kehidupan masyarakat.

Berita bohong atau hoax adalah informasi yang menyesatkan dan berbahaya karena dapat mempengaruhi masyarakat dengan menyampaikan informasi palsu sebagai kebenaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berita bohong atau hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.

Berita bohong atau hoax akhir-akhir ini mengakibatkan keresahan di lingkungan masyarakat. Dimana masyarakat kebingungan untuk mempercayai suatu berita yang muncul dari berbagai media sosial dikarenakan kemudahan dan kecepatan penyebaran informasi.

Banyak sekali dampak buruk yang ditimbulkan akibat dari berita bohong atau hoax diantaranya yaitu masyarakat menjadi curiga dan bahkan dapat membenci kelompok tertentu, hal ini merupakan awal dari penyebab permusuhan dan perpecahan.

Bagi penyebar berita bohong atau hoax dapat, dapat diancam dalam Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menyatakan bahwa “setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik” dan pelakunya dapat dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar sebagaimana diatur dalam Pasal 45A ayat (1) UU ITE.

Untuk menghindari pengaruh berita bohong atau hoax, ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengatasi berita bohong diantaranya adalah: Pertama, periksa faktanya. Jika mendapatkan suatu berita, maka perhatikan tautannya apakah itu tautan dari media berita asli. Karena tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab membuat berita bohong dengan menggunkana tautan yang hampir mirip dengan aslinya. Perhatikan juga keberimbangan isi dari berita tersebut, dengan mencari sumber lainnya agar dapat membandingkan apakah berita tersebut memang benar atau merupakan suatu kebohongan.

Kedua, waspada dengan judul yang “Profokatif”. Umumnya berita bohong dibuat dengan judul yang lebih menarik dan sensasional akan tetapi menghasut atau profokatif, tak jarang pembuat berita bohong mengambil berita dari media resmi akan tetapi berita tersebut sedikit diubah agar membuat pemikiran pembaca dapat terpengaruh sesuai yang diinginkan si pembuat hoax. Jadi untuk mengatasinya yaitu dengan memahami isi dari berita tersebut dan mencari berita yang sama di media atau sumber yang lain dan kemudian bandingkan apakah berita tersebut sama atau tidak.

Ketiga, teliti keaslian foto. Berkembangnya aplikasi untuk mengedit foto dengan berbagai macam fitur sehingga banyak penyebar berita bohong mengedit gambar untuk disebarkan seolah-olah bahwa berita tersebut merupakan benar adanya sehingga dapat mempengaruhi pembaca. Untuk mengatasi tersebut anda dapat mengecek keaslian foto tersebut dengan mesin pencari Google Images yang dapat diakses dengan tautan https//images.google.com.

Keempat, telusuri alamat situs. Jika mendapatkan suatu berita maka jangan langsung percaya terhadap berita tersebut karena dikhawatirkan berita tersebut merupakan berita bohong. Anda wajib menelusuri alamat situs tersebut apakah bersumber dari intitusi pers resmi atau belum dan biasanya situs yang menggunakan domain blog kurang bisa diakui kebenarannya. Perhatikan juga tautannya, terkadang pembuat berita bohong membuat berita bohong dengan menggunakan tautan yang mirip dengan media berita resmi.

Kelima, bergabung dengan group anti-Hoax. Untuk mengetahui berita yang didapat merupakan berita bohong atau bukan, anda dapat mengikuti beberapa grup di anti-hoax di beberapa media sosial. Dalam grup tersebut anda dapat mendiskusikan apabila ada suatu berita baru. Dalam grup tersebut anda bisa mencari tahu apakah berita yang anda dapat merupakan berita hoax atau bukan.

Dengan melakukan cara-cara tersebut diatas, anda dapat mengetahui apakah berita yang anda dapat merupakan berita bohong atau memang berita yang asli. Sehingga anda tidak mudah terpengaruh pemikiran si pembuat berita bohong dan dapat terhindar dari ancaman penjara akibat penyebaran berita palsu.

Oleh: Tresna Nurdiyono Pratama, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *