Peduli Alam: 80% Sistem Pertanian Karena Lebah?

Apa yang sekarang diketahui manusia, hanya beberapa persen dari semua informasi yang ada di alam semesta ini. Mulai dari ukuran suatu benda yang dapat dengan mudah diidentifikasi secara langsung menggunakan indera tubuh, misalnya batu itu berat dan kuat, harimau termasuk hewan liar, bertaring dan biasanya menjadi simbol kekuatan dan ketangkasan. Sudah menjadi hal yang lumrah dan mainset sejak kecil, bahwa sesuatu yang besar lebih kuat dan sesuatu yang kecil dapat dikatakan lemah. Ketika datang ke ukuran kecil benda hidup, pasti ada banyak bayangan yang telah melintasi otak. Misalnya, serangga, hewan kecil dengan berbagai jenis, habitat dan yang paling penting memiliki spesialisasi mereka sendiri.

Siapa yang tidak tahu dengan serangga penghasil madu dan memiliki sengatan yang mengandung racun? Tentu saja itu adalah sejenis serangga sosial yang dinamai lebah. Tak asing lagi, baik dari orang tua maupun pelajar, lebih mengenal lebah sebagai penghasil madu yang berkhasiat dalam mengatasi berbagai penyakit.

Ada juga penelitian tentang kemanjuran ilmiah madu yang telah dipelajari oleh para ilmuwan Muslim ternama di zaman keemasan Islam, yaitu Ibnu Sina. Ini mengandung banyak nutrisi dan vitamin, berikut adalah beberapa manfaat madu untuk kesehatan: Meringankan batuk, menjaga kesehatan pencernaan, dapat menyembuhkan luka, menjaga kadar gula darah, mencegah pengerasan arteri, menjaga kesehatan mulut dan membantu menangkal penyakit.

Keistimewaan lebah dalam Al-Qur’an

Lebah memiliki ciri-ciri yang luar biasa, sehingga mereka adalah salah satu hewan yang tercantum dalam surah mereka sendiri dalam Al-Qur’an selain itu, sapi, unta, burung dan lain-lain. Penjelasannya terdapat dalam surah An-Nahl ayat 69, yang berbunyi:

 

 

 

Artinya: Maka makanlah segala macam buah-buahan dan kemudian jalanilah jalan tuanmu yang telah dipermudah (bagimu).” Dari perut lebah keluar minuman (madu) berbagai warna, di dalamnya ada obat penyembuh bagi manusia. (Qs. An-Nahl : 69)

Dijelaskan dalam ayat ini, bahwa Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad dan para pengikutnya untuk mengkonsumsi minuman yang telah dikeluarkan oleh lebah sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit. Tidak hanya itu, karena keistimewaan madu lebah, Tuhan menyebutkannya sebagai salah satu minuman di Surga bagi orang-orang yang memiliki iman dan kesalehan kepada Sang Pencipta Tertinggi. Bahkan bukan hanya satu tetes atau satu botol melainkan sungai yang diisi dengan madu murni, Subhanallah. Penjelasannya terdapat dalam Qs. Muhammad ayat 15.

 

 

 

Artinya: Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperolah segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air mendidih sehingga usunya terpotong-potong. (Qs. Muhammad ayat 15.

Sungguh luar biasah Allah menciptakan ciptaanNya dengan begitu sempurna. Masih terdapat keitimewaan dari lebah yang ternyata itu bisa membuat manusia bertahan sampai sekarang. Serangga termasuk salah satu hewan yang berkontribusi terhadap penyerbukan tumbuhan. Namun, tidak akan menyangka jika lebah berpengaruh dalam penyerbukan alam dengan persentase 35% produksi tanaman dunia. Terkhususnya berperan 80% dalam sistem pertanian dunia. Dengan angka-angka tersebut, membuktikan sebegitu pentingnya lebah bagi sumber pangan manusia. Kesadaran akan itu, masih belum ditunjukan oleh manusia, karena majunya tekbologi dengan dibuatnya pupuk kimia pestisida yang dipakai oleh para petani membuat lebah terancam punah.

Inilah yang harus menjadi perhatian, sungguh tidak dapat dibayangkan bagaimana jika lebah punah, maka akan terjadinya kelangkaan bahan pangan. Apalagi, dipertimbangkan saat ini sekitar 850 juta orang di seluruh dunia mengalami kekurangan makanan, ditambah lagi diperkirakan pada tahun 2050 mendatang populasi global akan membengkak menjadi sembilan miliar. Perubahan cuaca iklim, perusakan hutan serta pembangunan juga dapat menjadi faktor kepunahan lebah.

Cara untuk melestarikan populasi Lebah

Menurut PBB, agar populasi stabil setidaknya membutuhkan tiga upaya yang harus dilakukan. Pertama, dimulai dari individu. Upaya ini dapat dijalankan dengan menanam beragam tanaman asli, yang berbunga pada waktu yang berbeda sepanjang tahun. Membantu petani lokal dengan membeli produk madu yang dihassilkan.

Kedua, peternak atau petani. Caranya, mengurangi penggunaan pestisida, atau menanam tanaman yang menarik di sekitar lahan pertanian, serta petani bisa membuat pagar hidup. Ketiga, pembuat kebijakan. Upaya dengan memperkuat partisipasi masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan, agar mengenal dan menghormati ekosistem dan terutama keanekaragaman hayati. Berikutnya dengan berkolaborasi di tingkat organisasi internasional, penelitian untuk memantau dan mengevaluassi serta pendekatan melalui jaringan akademik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *