Monolog Senja

 

Baru saja bangun

Dari hibernasi

Lanjutkan lamun

Nihil ambisi

 

Kuncuplah kelopak mata

Wajar saja baru terbuka

Lilau sana-sini

Lagi-lagi tak berarti

 

Berlanjut kepada sang raja

Merunduk di ufuk barat

Meliar oranye dirgantara

Isyarat tengah sekarat

 

Hei!

Seyogyanya ia brilian!

Biar liar tapi tetap ranum

Bak tua beribu wejangan

Awan pun singgah merangkum

 

Pasti cangkir tersuguh

Berisikan pekat

Benar, utuh, penuh

Tetipu muslihat

 

Hei!

Seyogyanya ia nikmat!

Tak munafik juga tak jahat

Gemar melukirkan hangat

Menjadi indah teramat sangat

 

Kelunya timbul

Kembali beraksi

Bumi yang ia pikul

Membungkam ekspektasi

 

Hingga tersadar

Matanya bukan mataku

Kentara pudar

Dirinya mulai tersipu

 

Bukan artinya

Langkahmu salah

Di matanya

Meski buta arah

 

Walau kadang

Perlu ambil mataku

Untuk terbang

Menuju ihwal baru

 

Terima kasih lagi, Senja

Kembali engkau berpetuah

Biaskan gundah gulana

Menjadi alam yang cerah

 

Oleh : Aletheia Raushan Fikra Ukma, Wakil Ketua OSIS Terpilih SMAN 1 Sulang, Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ranting IPM Planet Nufo, Penulis 2 Buku : Mengkaji Hari, Arsip Insomnia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *