Anak adalah manusia yang juga mempunyai kebutuhan dihargai, terlebih dari ayahbundanya. Menghargai mereka merupakan salah satu cara mengakui keberadaannya di antara kita.

Dengan pengakuan dan penghargaan dari Ayahbunda selaku orang tua dari anak anak
maka keyakinan akan kasih sayang dan cinta orang tua akan dirasakan sepenuhnya oleh Sang buah hati.

Jika kasih sayang dan cinta itu selalu ada dan disadari oleh anak-anak kita, maka satu
amunisi telah kita siapkan untuk membentuk kepribadian mereka.

Menghargai anak dapat kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Interaksi dan komunikasi kita terhadap mereka perlu dilakukan dengan benar, demi mewujudkan keharmonisan dalam keluarga.

Pada dasarnya pada diri manusia selalu ada keinginan untuk dihargai, begitu pula anak. Anak adalah manusia kecil yang membutuhkan iklim dan lingkungan yang baik untuk perkembangan diri dan pembentukan kepribadian mereka.

Dalam mendampingi tumbuh kembang anak anak kita, maka kata “tolong”, “terima kasih” dan ” maaf” adalah tiga kata yang dapat kita gunakan.

Tiga kata tersebut merupakan bagian dari ungkapan yang lazim digunakan untuk menghargai seseorang, sehingga komunikasi terjalin dengan baik dan harmonis. Terutama komunikasi antar orang tua dan anak dan begitu pula sebaliknya.

1)Tolong
Kata tolong wajib diucapkan apabila kita menginginkan anak kita melakukan sesuatu untuk kita. Alih-alih merasa diperintah, anak kita tersebut akan dengan suka cita membantu.

Coba saja bandingkan dua rasa yang ditimbulkan dari dua kalimat ini.
“Ambilkan buku Bunda di meja!”
“Boleh Bunda minta tolong ambilkan buku di meja?!”
Nah, mana kalimat yang akan membuat anak kita legowo mengambilkan buku? Pasti yang ada kata tolong, kan? Nah, inilah mengapa kata tolong menjadi kata ajaib.

Hanya dengan menambah kata tolong, lawan bicara merasa lebih dihargai. Dua kata tersebut ujung-ujungnya sama-sama memerintah. Namun, dengan menambahkan kata tolong mitra bicara akan merasa lebih ikhlas untuk melakukan. Jadi, jangan lupa selalu sertakan kata “tolong” untuk meminta bantuan orang lain ya!

Baca Juga  Jabatan, Apa yang Dicari?

Kata tolong menjadi kata ajaib yang wajib diajarkan pada anak. Orang tua harus memberi pandangan pada anak bahwa kata tolong wajib diucapkan untuk meminta bantuan orang lain. Di satu sisi, orang tua punya kewajiban memberi teladan. Selalu ucapkan tolong ketika menyuruh atau meminta bantuan terhadap anak, sehingga mereka paham bahwa mereka sangat dihargai oleh orang tuanya.

2) Terima Kasih
Setelah dibantu, sebaiknya jangan lupa sampaikan “terima kasih”. Frasa terima kasih ini adalah bentuk penghargaan terhadap pertolongan yang diberikan kepada kita. Jangan sampai kita dan anak kita menjadi tidak tahu diri dengan tidak tahu berterima kasih.

Mendengar ucapan terima kasih, si penolong akan merasa lebih dihargai. Ia tidak akan berat hati jika kita memintanya melakukan sesuatu lagi. Jadi jangan segan ucapkan terima kasih sebagai penghargaan akan apa yang telah mereka lakukan untuk kita. Selama hal itu positif, sekecil apapun yang telah mereka lakukan untuk kita, buatlah mereka mengerti bahwa itu berharga di mata kita.

Anak-anak harus mengerti pentingnya berterima kasih. Ucapan terima kasih adalah bentuk syukur terhadap apaupun yang diterima. Ajaklah anak kita untuk mengucapkan terima kasih jika menerima sesuatu. Selain itu anak juga kita ajari mengucapkan terima kasih untuk setiap bentuk pertolongan yang ia dapatkan dari orang lain. Itulah wujud saling menghargai antara manusia.

3) Maaf
Siapa sih yang enggak pernah melakukan kesalahan? Manusiawi jika manusia berbuat salah. Kesalahan menjadi tidak manusiawi jika kita tidak mau meminta maaf.

Kata “maaf” dapat meluruhkan amarah. Kata “maaf” adalah pengakuan diri bahwa kita telah melakukan kesalahan atau melakukan hal yang menyakiti hati orang lain. Meminta maaf tidak selalu membuktikan bahwa kita adalah orang yang sepenuhnya salah. Namun, meminta maaf adalah bentuk pertanggungjawaban atas apa yang terjadi atas tindakan kita.

Baca Juga  Tahun Baru, Ketakutan Baru: Corona virus Pembunuh Sadis tapi Kita Tidak Takut!

Di antara ketiga kata ajaib ini, kata maaf adalah kata yang paling sulit diucapkan. Pada dasarnya, kita sebagai manusia adalah makhluk dengan ego yang tinggi. Kita yang berhasil mengucapkan maaf adalah kita yang berhasil mengalahkan ego.

Kita yang bisa mengucapkan kata maaf adalah kita yang paham dan bertanggung jawab terhadap apapun yang kita perbuat. Jadi, kenapa harus malu untuk mengungkapkan kata maaf?

Nah, inilah yang harus ditekankan pada anak sedari dini. Anak harus mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Anak harus paham bahwa melakukan kesalahan bukanlah dosa. Mengajari anak meminta maaf sejak dini akan menghindarkan mereka dari sikap mencari pembenaran jika mereka berbuat kesalahan.

Meminta maaf perlu juga dilakukan oleh orang tua terhadap anak, jika kita sebagai orang tua melakukan kesalahan terhadap mereka. Tidak mustahil selaku manusia, orang tua berbuat salah terhadap anak-anak nya. Namun orang tua yang baik adalah orang tua yang mampu meluruhkan egonya untuk sekedar minta maaf pada anak, jika orang tua melakukan kesalahan terhadap mereka.

Buatlah pemahaman dan teladan di mata anak-anak kita. Bahwa di balik setiap kesalahan, sekecil apapun kesalahan tersebut maka ada kewajiban kita untuk minta maaf pada orang lain, tak terkecuali orang tua terhadap anak ataupun sebaliknya anak terhadap orang tua.

Jika anak-anak kita telah membiasakan kata kata tersebut, maka kelak anak anak akan dihargai di lingkungannya. Mereka akan menjadi pribadi yang baik, karena terbiasa menghargai keberadaan orang lain di sekelilingnya. Jika anak anak dapat diterima di lingkungannya, maka mereka akan mudah beradaptasi dengan baik dan mampu menjadi peribadi yang baik pula. Dengan keyakinan diri yang positif, yakinlah kepribadian mereka juga akan terbentuk secara positif.

Ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar anak menjadi terbiasa dengan tiga kata ajaib ini.
1. Teladan dari orang tua.
2. Jelaskan alasan, kenapa kita harus mengucapkan tiga kata tersebut.
3. Berilah penghargaan atau pujian pada anak, jika mereka mampu mengucapkannya.
4. Ajaklah mereka memahami arti menghargai orang lain, bisa lewat lagu atau cerita.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 dan Meningkatnya Angka Perceraian dan Pernikahan Dini

Selain tiga kata tersebut, sebenarnya kita juga perlu mengajarkan satu kata lagi kepada anak-anak kita, yaitu mengucapkan kata ” permisi” sebagai bentuk izin kita kepada lawan bicara kita. Hal ini penting kita lakukan sebagai bentuk penghargaan kita terhadap wilayah orang lain.Dan pada akhirnya anak-anak kita akan selalu terbiasa untuk meminta izin sebelum mereka melakukan sesuatu serta akan terbiasa menghargai hak orang lain.

Ucapkanlah “permisi” dengan senyum yang manis
Bilang “tolong” saat kau butuhkan bantuan teman
“Minta maaf”-lah jika kamu punya salah
Tapi yang terpenting adalah kata “terima kasih”

Memahami kekuatan dari keempat kata tersebut tidaklah sulit. Kita hanya perlu mengerti hal-hal yang dapat dihadirkan oleh keempat kata tersebut. Lingkungan yang dihiasi dengan pikiran positif, kalimat-kalimat positif, dan energi positif akan menghasilkan suatu kehidupan yang lebih baik. Karenanya, mari mulai menerapkan kata- kata tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada hal yang terlalu kecil untuk disebut kebaikan, karena setiap kebaikan memiliki kekuatan untuk merubah hal yang buruk menjadi bernilai!

Mari kita kuatkan kepribadian anak-anak kita dengan membiasakan ucapan ucapan yang positif. Dengan menghadirkan kepositifan pada anak-anak kita, maka langkah kita untuk membentuk kepribadian yang baik akan terbuka lebar di hadapan kita.

Hendaknya mengawali segala kebaikan dari keluarga, karena keluarga sebagai lembaga terkecil dalam sebuah negara, namun memiliki peran terpenting dalam pembentukan karakter anak bangsa.

“Bersama Santri Berkarakter, Jayalah Indonesia ku”

Indonesia Strong from Home

 

Oleh: Nailin Ni’mah,Guru Matematika Perguruan Islam Mathali’ul Falah

Benarkah Senyawa Hisperidin Mampu Menghambat Pertumbuhan COVID-19? Ini Penjelasannya

Previous article

Bangkit dari Jatuh Cinta terhadap ‘Kemiskinan’

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Gagasan