Mengenal Modalitas kepada Anak Didik

Pendidikan merupakan suatu investasi yang sangat penting bagi kehidupan anak bangsa, juga untuk meningkatkan kemampuan dasar fundamental yang sangat kurang, baik dalam bentuk daya pikir (intelektual) maupun dalam bentuk emosional (perasaan). Oleh karena itu, penulis menganjurkan kepada setiap guru harus mempunyai keterampilan dalam mengatur suasana kelas menjadi efektif dan efisien. Apabila guru tidak mempunyai keterampilan dalam mengelola kelas dengan baik, maka kegiatan belajar-mengajar tidak dapat berjalan dengan baik.

Para guru juga harus mencari metode-metode yang menarik untuk murid-muridnya. Tujuannya agar pelajaran yang diberikan oleh guru bisa masuk dengan baik, sehingga keinginan yang telah direncanakan dapat tercapai dengan mudah dan berjalan dengan lancar. Sebab, kelas merupakan tempat belajar para siswa, baik formal ataupun informal.

Setiap orang pasti memiliki minimal satu modalitas dalam proses pembelajaran. Contohnya; modalitas visual, modalitas audio, atau modalitas kinestetik. Sebelum masuk lebih dalam lagi, penulis akan mengajak teman-teman untuk lebih mengenal tentang modalitas dalam belajar. Sebab, modalitas dalam belajar adalah cara menyerap informasi atau belajar dengan melihat atau membaca dengan panca indra kita sendiri.

Modalitas visual adalah modalitas yang terkait dengan simbol-simbol atau tanda-tanda yang biasanya menarik menurut diri mereka masing-masing melalui penglihatan mereka sendiri. Contohnya: mereka lebih memilih melihat dari pada mendengar karena dengan melihat, mereka bisa cepat mengingat apa yang mereka lihat, dan lebih suka membaca dari pada di bacakan, dan masih banyak lagi.

Modalitas audio adalah modalitas yang menggunakan pendengaran. modalitas audio ini, berbanding terbalik dengan visual. Mereka lebih cepat menyerap informasi melalui pendengaran. Contohnya: ketika dalam kelas mereka sering merekam penjelasan guru, dan mereka kembali mendengarkan ketika pulang ke rumah, atau dengan membaca suatu buku dengan suara yang keras agar telinga mereka bisa mendengar dan apa yang dibaca dapat diingat dengan cepat.

Terakhir modalitas kinestetik, modalitas yang menggunakan gerakan fisik. Contohnya: ketika teman atau guru sedang menjelaskan pelajaran dan kita sibuk menggaris bawahi kata-kata penting, membolak-balik lembar pelajaran yang sedang dibaca atau ketika menghapal atau belajar mereka identic dengan berjalan-jalan.

Berdasarkan pemaparan modalitas di atas, para guru harus paham dengan siswa-siswa yang diajarnya. Sebab dengan itu proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu, guru juga harus membangun kedekatan dengan murid-muridnya. Sebab, dibalik kesuksesan murid terdapat guru yang selalu mendukungnya.

Johnson dan Beny pernah menyatakan bahwa ada tiga kesalahan besar yang masih sering dilakukan oleh para guru sampai sekarang. Pertama, masih banyak guru yang memberikan hukuman dan ancaman kepada murid. Padahal, hukuman dan ancaman tersebut hanya akan memberikan beban mental kepada murid, sehingga mereka melakukan beragam hal yang tidak dikehendaki. Kedua, masih banyak guru yang hanya berpura-pura mengalihkan perhatiannya kepada para murid yang melakukan kesalahan. Padahal tindakan berpura-pura tersebut tentu hanya akan memberikan efek buruk, karena para murid akan mencari kejahilan-kejahilan baru, sehingga berdampak pada penurunan kualitas belajar para murid. Ketiga, masih banyak guru yang justru menekan para muridnya lantaran telah melakukan kesalahan, sehingga tak jarang banyak murid-murid yang terdiskriminasi terhadap mental yang seharusnya mereka bangun.

Untuk menjauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan maka calon para guru harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Harus bisa menjadikan suasana kelas yang efektif dan efisien, agar semua tujuan yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik. Tak lupa pula para guru harus memberikan pemahaman yang cepat kepada murid-muridnya, agar daya intelektual dan daya emosional mereka dapat berfungsi dengan baik, dan guru tidak sia-sia dalam mengajarkan anak didiknya.

Buku Modern Philosophies of Education sempat dituliskan bahwa seorang anak dapat menjadi murid hanya dalam relasinya dengan guru, sedangkan orang dewasa dapat menjadi guru hanya dalam relasinya dengan murid. Jadi, sebuah pendidikan bisa berdampak pada semua subjek, apabila relasinya bersifat interpersonal. Relasi tersebut terarah pada proses pengembangan dan akan membentuk sebuah individu yang sedang ada di dalam proses pertumbuhan.

Selain itu, ketika seorang guru telah masuk kedalam ranah sekolah maka guru harus mengenal sifat seorang anak. Sifat seorang anak ialah suka bermain. Dunia anak adalah dunia bermain, masih dalam masa perkembangan. Tumbuhkan rasa kepercayaan diri anak. Pahami karakter anak dan yang terpenting adalah anak-anak tersebut masih polos.

Dengan demikian, maka akan tercipta suatu keberhasilan dalam mendidik seorang anak. Seorang guru harus memahami karater setiap muridnya. Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan warna dan setiap murid mempunyai keunikannya sendiri. Maka dari itu, seorang guru harus memahami dunia anak dengan harus memakai kacamata anak-anak. Fungsinya agar guru mempunyai kesabaran yang ekstra, tak lupa pula memberikan pengertian serta memberikan toleransi kepada anak.

Apabila guru menjalin kedekatan dengan para murid, maka akan terjalin sebuah hubungan yang baik. Karena guru adalah seorang pendidik maka sudah seharusnya para pendidik meninggalkan pemikiran konvensional ketika sedang terlibat bersama anak didiknya. Walaupun terkadang kita mendapatkan perlakuan atau perkataan yang membuat kita kecewa atau marah.

Para guru jangan takut apabila didalam kelas ada seorang murid yang tidak bisa diatur. Karena, sejatinya mereka hanyalah seorang murid yang mengajarkan kepada guru untuk belajar bagaimana cara bersabar dan menjadi lebih baik lagi. Dengan begitu, maka para guru tau bagaimana cara mengasihi anak didiknya dengan baik. Wallahu a’lam bish-shawab

Oleh: Emi Indah Lestari, Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *