Larangan Bullying dalam al-Qur’an  

Percaya atau tidak, seseorang yang menjadi korban bullying akan mendapatkan dampak negatif yang signifikan bagi dirinya, baik secara fisis maupun psikologis. Meskipun sering kali dianggap sebagai masalah yang sederhana tetapi, tindakan bullying perlu diberikan perhatian yang lebih. Sebab, tidak sedikit orang yang bunuh diri karena dilatarbelakangi oleh kasus pembullyan. Contohnya saja di negara Jepang. Dari hasil penelitian Kementrian Pendidikan Jepang, tercatat ada 250 pelajar sekolah dasar hingga menengah atas bunuh diri selama periode 2016-2017.

Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang dilakukan oleh satu atau sekelompok orang dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang bersifat negatif yang tujuannya adalah menyakiti, merendahkan, atau menjatuhkan harga diri orang lain. Bullying ini terjadi karena ada kesenjangan power/kekuatan antara pelaku dan korbannya.

Di dalam agama Islam, bullying merupakan salah satu tindakan yang dilarang. Hal ini telah disebutkan dalam al-Qur’an surat al-Hujurat ayat 11 :

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ مِّنۡ قَوۡمٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنُوۡا خَيۡرًا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٌ مِّنۡ نِّسَآءٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُنَّ خَيۡرًا مِّنۡهُنَّ‌ۚ وَلَا تَلۡمِزُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُوۡا بِالۡاَلۡقَابِ‌ؕ بِئۡسَ الِاسۡمُ الۡفُسُوۡقُ بَعۡدَ الۡاِيۡمَانِ‌ ۚ وَمَنۡ لَّمۡ يَتُبۡ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوۡنَ

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”

Dalam Tafsir Jalalain, diterangkan bahwa Asbabun Nuzul surat al-Hujurat ayat 11 yaitu berkenaan dengan delegasi Bani Tamim pada saat mereka mengejek orang-orang muslim yang miskin. Pada ayat ini terdapat beberapa poin yang berkaitan dengan bullying. Pertama, lafadz yaskharu (mengolok-olok) maksudnya yaitu merendahkan dan menghina orang lain. Keduatalmizu (mengejek) artinya janganlah kalian mencela maka karenanya kalian akan dicela. Ketiga, tanabazu yakni saling memberi gelar yang buruk, seperti hai orang fasik atau hai orang kafir. Ketiga, jenis perbuatan tersebut merupakan hal-hal yang termasuk dalam kategori bullying. Selain itu, di dalam al-Qur’an juga disebutkan beberapa perbuatan lain seperti menggunjing dan berprasangka buruk (Q.S.Al-Hujurat:12).

Pada zaman milenial ini, bullying dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, baik secara langsung maupun lewat sosial media. Misalnya, lewat telephone, mengirim pesan lewat WA atau email, dan meninggalkan komentar buruk di media sosial. Adapun istilah bullying yang melalui gadget (gawai) biasa disebut dengan cyberbullying.

Lantas, apa yang menjadi penyebab orang melakukan bullying? Asal teman-teman tahu, salah satu penyebab terjadinya bullying tidak menutup kemungkinan  karena pelaku sendiri pernah menjadi korban bullying. Selain itu, masalah pribadi juga memicu terjadinya bullying. Contohnya saja anak yang berasal dari keluarga disfungsional. Namun, tidak semua anak dari keluarga disfungsional akan melakukannya, akan tetapi hal ini sering terjadi. Kemungkinan hal tersebut diakibatkan karena sering melihat orang tuanya bersikap agresif terhadap orang-orang di sekitarnya. Selanjutnya, terkadang karena merasa iri terhadap korban dan kurangnya rasa empati juga menjadi penyebab orang melakukan bullying.

Adapun salah satu dampak dari bullying adalah berbahaya bagi kesehatan mental seperti, masalah psikologis, gangguan tidur, gangguan prestasi, tidak bisa menyatu dengan orang-orang lain karena secara tidak langsung korban bullying di tempatkan pada status sosial yang lebih rendah dari yang lainnya. Oleh sebab itu, untuk menghadapi masalah tersebut terdapat hal-hal yang dapat dilakukan. Diantaranya, temui seseorang yang kamu percaya dan beritahu pada mereka apa yang telah terjadi padamu dan jangan pernah takut untuk melaporkan tindakan bullying pada pihak yang berwenang. Kalau bisa, saat mulai ada tanda-tanda bullying kepadamu, tunjukkanlah sifat berani dan percaya diri agar orang yang membully berpikir dua kali untuk melakukan hal tersebut padamu.

Ketahuilah! Pada dasarnya setiap manusia memiliki sisi positif dan negatif. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Oleh karena itu, manusia yang bijak adalah yang mampu membedakan dan menyikapi kedua sisi itu dengan baik, bukan memandang apalagi merendahkan seseorang hanya dari satu sisi saja. Tidak sepantasnya kita merendahkan antara satu sama lain karena sesungguhnya manusia yang paling sempurna di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. (Q.S:Al-Hujurat:13).

Oleh: Muinnatu Lutfiah (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *