Langkah-Langkah Menelaah Tafsir (Bag 1)

Al-Qur’an adalah kitab yang memancar darinya aneka ilmu ke-islaman, karena kitab suci itu mendorong untuk melakukan pengamatan dan penelitian. Kitab suci ini juga dipercaya oleh umat Islam sebagai kitab petunjuk yang hendaknya dipahami. Berinteraksi dengan al-Qur’an merupakan salah satu pengalaman beragama yang berharga bagi seorang muslim. Pengalaman berinteraksi dengan al-Qur’an dapat terungkap atau diungkapkan melalui lisan, tulisan, maupun perbuatan, baik berupa pemikiran, pengalaman emosional maupun spiritual.

Sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk berpegang teguh kepada al-Qur’an dan al-Sunnah, karena keduanya merupakan pusaka peninggalan Nabi Muhammad Saw. Siapapun dia jika berpegang teguh pada keduanya (al-Qur’an dan al-Sunnah), maka tidak akan tersesat selamanya.

Kedua pusaka tersebut berperan sebagai pedoman dalam berbagai aspek kehidupan.Oleh karena itu agar tujuan dan fungsi al-Qur’an itu dapat di terealisasikan, maka  jadikanlah al-Qur’an dan al-Sunnah sebagai pedoman, aturan, prinsip serta konsep baik yang bersifat global maupun terperinci, ekplisit maupun implisit dalam berbagai persoalan kehidupan

Secara garis besar al-Qur’an memberikan petunjuk kepada seluruh umat dalam persoalan akidah, syariat, dan ahlak dengan jalan meletakan dasar-dasar prinsip  mengenai persoalan tersebut. Persoalan akidah merupakan aspek yang mengatur tata kepercayaan dalam Islam, adapun syariat peraturan atau hukum-hukum yang diperintahkan oleh Allah melalui Rasul-Nya baik yang berhubungan dengan keyakinan maupun muamalah, sedangkan ahlak merupakan aspek yang mengatur tata perilaku manusia baik sesama manusia maupun dengan Tuhannya.

Potret di atas mengimplikasikan bahwa al-Qur’an merupakan sebuah petunjuk dari berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari persoalan Bangsa, Agama dan Negara. Petunjuk Ilahi (al-Qur’an dan al-Hadits) tersebut begitu sempurna. Tinggal kemauan dan kepiawaian orang beriman untuk mempelajari, mentadaburi  dan menelaah kandungannya. Sehubungan dengan hal ini, belajar tafsir tidak semudah menyeruput kopi, akan tetapi perlu adanya bekal-bekal yang komprehensif untuk menggeluti tafsir al-Qur’an.

Baca Juga  Waktu sahur; Jangan disepelekan!

Apa Itu Tafsir

Sehubungan dengan definisi tafsir al-Dzahabi telah menjelaskan bahwa tafsir secara bahasa diambil dari kata “fassara-yufassiru-tafsira” yang berarti keterangan atau uraian. Al-Jurjani berpendapat bahwa kata tafsir menurut pengertian bahasa adalah “al-kasf wa izhar” yang artinya menyingkap/membuka. ( al-Dzahabi, al-al-tafsir wa al-mufassirun, h.7).

Menurut Imam al-Zarkasyi tafsir adalah ilmu yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan makna-makna kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. serta menyimpulkan  kandungan-kandungan hukum dan hikmahnya

Abu Hayyan berkata tafsir adalah ilmu yang membahas tentang tata cara pengucapan lafad-lafad al-Qur’an, serta cara mengungkapkan kandungan hukum dan makna dalam al-Qur’an.

Menurut  al-Jazairi tafsir pada hakikatnya adalah menjelaskan lafadz yang sukar dipahami oleh pendengar dengan mengemukakan lafadz sinonimnya atau makna yang  mendekatinya, atau dengan jalan mengemukakan salah satu dilalah lafadz tersebut.

Menurut al-Kilabi tafsir adalah  menjelaskan al-Qur’an, menerangkan maknanya dan menjelaskan apa yang dikehendaki dengan nashnya atau dengan isyaratnya atau tujuanya.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa tafsir adalah hasil dari usaha seseorang  untuk  memahami al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. sesuai kemampuan seseorang tersebut.( M. Afifudin al-Dimyati, Ilmu Tafsir Usuluh wa Manahijuh, h.3)

Dicky Adi Setiawan
Peneliti Muda Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan RI tahun 2020 dan Mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Di Kampus AL-FITRAH Surabaya.

    Makalah: Pelajaran Etika dari Pelajaran Hidup Umar ibnu al-Khattab

    Previous article

    Dakwah Dinamis Menjawab Tantangan Zaman

    Next article

    You may also like

    Comments

    Ruang Diskusi

    More in Tafsir