Kisah Sang Pangeran dan Seekor Putri

Suatu hari, di negara Dicksy Land, tahun 3025, bulan Desember, tanggal 36. Di sebuah kerajaan ternama Unclear Kingdom di situlah semua kisah ini di mulai.

Suatu hari di negara Dicksy Land, kota Cazzo, terdapat sebuah kerajaan ternama yaitu Unclear Kingdom. Hiduplah seorang raja dan ratu yang terkenal akan kebaikannya, mereka dikenal banyak orang bahkan sampai ke negara luar karena kelebihan yang mereka miliki dan kebaikannya kepada orang lain, dia adalah raja Cane II dan ratu Pussy I. Berbeda dengan anaknya yang luar biasa hiperaktif, tapi dia terkenal di kalangan warga bukan karena kebaikannya ataupun kelebihannya, melainkan karena sifatnya yang begitu pelit, sombong, dan suka berbuat seenaknya sendiri. Dialah, Jasa.

Pada pagi hari, saat sang raja hendak jalan-jalan untuk melihat sekitar istananya, terjadilah sebuah tragedi di kota Cazzo, yaitu Ratu Pussy I telah pindah alam atau yang sering kita sebut meninggal, di dapur saat hendak sarapan. Akibat tragedi, raja panik dan kaget akan hal itu, raja pun langsung menghentikan jalan-jalan paginya dan segera menuju ke istana.

Saat tiba di istana, sudah ada ratusan atau mungkin ribuan orang di depan istana untuk berduka akan tragedi meninggalnya Ratu Pussy I, raja langsung berlari dan masuk ke istana. Tidak memedulikan orang-orang di depan istana tadi. Raja langsung menuju ke dapur tempat terjadinya tragedi sang almarhumah ratu. Bukan main! Saat raja ke dapur, dia melihat puluhan pelayan termasuk anaknya Jasa yang sedang yasinan di hadapan tubuh Ratu Pussy I yang sudah dimandikan bersih.

Raja pun ikut mengambil Quran yang ada di dekat dapur dan langsung ikut yasinan di barisan paling belakang, sesudah yasinan dan mayat ratu di bawa ke kuburan terdekat bersama anaknya Jasa, raja pun menyelidiki tragedi tersebut karena raja sedang curiga dan mengira bahwa itu adalah kasus pembunuhan terhadap sang ratu.

Raja bertanya ke sana dan ke sini, mencari bukti-bukti pembunuhan tapi tak kunjung ditemukan. Dia malah menemukan gadis kecil yang tingginya sekitar 140 cm dan menggunakan penutup di wajah, seperti tidak ingin diketahui identitasnya, saksi yang saat itu menonton sang ratu menjelang ajalnya pun bercerita,

“Jadi, saat sang Ratu Pussy I hendak sarapan, beliau menyuruh dua pelayannya untuk mengambil piring untuk sarapan bersama, akan tetapi kedua pelayan itu malah sibuk mengurusi hal lain hingga sang ratu pun turun tangan. Ketika sang ratu mengambil kursi untuk mengambil piring di laci atas yang sangat tinggi, dia pun naik ke atas kursi tersebut, dan tiba-tiba dia terpeleset dan meninggal dunia,” Raja pun kaget dan tertawa kecil, karena menurutnya mungkin lucu padahal hal itu telah merenggut nyawa istrinya.

Raja pun menyusul rombongan yang tadi mengantarkan jenazah ratu ke kuburan terdekat, sesampainya di sana, raja hanya melihat sang ratu yang sedang dikuburkan sambil menangis tersedu-sedu. Sesampainya di istana, Raja merasa penasaran dengan saksi yang tadi menceritakan tragedi sang ratu tadi. Raja berpikir sejenak, baru menyadarinya bahwa bagaimana bisa ada orang luar yang masuk ke istana dan menyaksikan kematian sang ratu?

Raja pun langsung bertanya kepada salah satu penjaga gerbang istana,

“Apakah ada anak kecil setinggi sekitar 140/150 cm yang menyusup ke istana ini tadi pagi?”

“Tidak yang mulia, dari tadi kami selalu berjaga di sini tanpa kemana-mana, walaupun ada orang yang ciri-cirinya sama seperti yang anda ucapkan, dia adalah teman dari pangeran Jasa,” begitu katanya.

Raja pun langsung menjentikkan jarinya dan berterima kasih kepada penjaga gerbang istana, sembari memberikan amplop berisikan upah berupa uang di dalamnya kepada penjaga gerbang istana, raja menuju ke kamar putranya dan segera bertanya tentang anak kecil tersebut. Sesampainnya di kamar Jasa, raja terkejut bahwa ternyata Jasa tidak ada di kamarnya. Raja pun panik dan segera mencari tahu dimana keberadaan Jasa.

Raja pergi ke sekitar istana untuk mencari keberadaan Jasa, lalu Raja pun bertanya kepada penjaga gerbang istana lagi,

“Apakah kalian melihat Jasa di sekitar sini?”

“Tidak yang mulia. Kami tidak melihat pangeran Jasa di sekitar sini, tapi kami melihat seorang anak kacil yang tadi anda cari membawa angkong yang berisikan barang yang tampak penuh, namun ditutupi taplak hitam, Raja.” Raja pun bingung. Mengapa anak kecil yang tadi bertemu dengannya bisa masuk istana tanpa pengawasan panjaga? Tiba-tiba membawa angkong dengan taplak hitam menutupinya? Raja bertanya kembali,

“Apakah dari kalian ada yang tahu apa isi dari angkong tersebut?”

“Tidak, tapi kami tau ke mana angkong itu akan pergi?” Raja pun langsung meminta alamat tempat kemana angkong itu pergi dan segera mambawa 2 prajuritnya untuk menemani saat perjalanan ke tempat angkong itu dibawa.

Raja pun tiba di alamat tersebut dan ternyata itu adalah sebuah rumah yang terbengkalai di dalam hutan Boreal, prajurit raja tanpa basa-basi langsung mendobrak pintu rumah tersebut hingga hancur. Raja mencari keseluruh ruangan di rumah itu, hingga raja pun menemukan angkong yang jadi masalah itu. Setelah raja meneliti angkong tersebut, Raja pun melihat ada robekan baju Jasa di sana. Raja pun langsung meneliti kembali rumah itu hingga dia menemukan ruangan rahasia di bawah tanah, tanpa basa-basi raja dan prajuritnya pun langsung turun ke ruangan bawah tanah itu.

Raja pun melihat sekeliling rumah bawah tanah itu dan menemukan anak kecil yang sedari tadi dicarinya itu, Raja pun mengendap-endap bersama para prajuritnya, mengikuti anak kecil tersebut, hingga raja pun kaget, karena anak kecil itu telah duduk bersama Jasa di sebuah ruangan yang mirip dengan dapur. Si anak kecil pun memberikan Jasa sebuah kue, mereka pun makan bersama, raja pun menghela nafas karena senang melihat bahwa Jasa baik-baik saja. Raja pun langsung mengajak kedua prajuritnya pulang dan menyuruh mereka menunggu Jasa di depan gerbang istana, kedua prajurit itu pun mengangguk pelan. Tapi, ada satu prajurit yang tetap meminta kepada sang Raja untuk memastikan bahwa sang pangeran baik-baik saja.

Raja pun mengizinkan prajurit tersebut dan langsung keluar dari ruangan bawah tanah, saat hendak keluar dari rumah angker, itu tiba-tiba saja si prajurit yang sedang berjaga di ruangan bawah tanah keluar sambil berteriak,

“Yang mulia… Anda harus segera melihat ini!” Raja pun bingung sejenak dan langsung mengikuti prajurit tersebut.

Raja langsung kaget saat melihat sang Pangeran yang sedang menanda tangani sebuah kertas kontrak.

Raja pun langsung berlari dan menghentikan tangan Jasa yang hendak meraih bolpoin di meja untuk menanda tangani kontrak itu, raja pun bertanya kepada Jasa,

“Apa yang sedang kau lakukan?!”

“Aku hanya sedang menandatangani sebuah kontrak pernikahan, Ayah. Aku kan sudah cukup umur untuk menikah,” Raja pun terdiam dan baru ingat bahwa sekarang Jasa sudah berumur 22 tahun. Sebenarnya Raja tidak ingin Jasa untuk menikah terlalu cepat. Raja pun menghela nafas dan bertanya lagi,

“Dengan siapa kau akan menikah?”

“Dengan seorang Putri Rimba, Ayah.”

“Putri Rimba katamu? Jasa pun mengangguk, raja pun belum pernah mendengar nama Putri Rimba selama Hidupnya.

Raja pun meminta untuk melihat kontrak tersebut dan melihat nama Putri Ana Ackerman, Raja pun tertarik dengan nama tersebut dan langsung meminta untuk bertemu dangan sang putri. Tapi, sang anak kecil berkata,

“Karena yang mulia pangeran Jasa telah menandatangani kontrak. Jadi, tuan putri tidak bisa bertemu dengan sang pangeran, kecuali saat upacara pernikahan,” Raja terkejut mendengar perjanjian tersebut. Akhirnya, raja pun menerima kontrak tersebut bersama dengan Jasa dan mereka telah membuat jadwal pernikahan itu.

***

41 Desember, di tahun 3025, merupakan hari terakhir di tahun 3025. Yap, betul, itu adalah hari terakhir sebelum memasuki tahun baru yang di mana akan dilaksanakan pernikahan sang Pangeran Jasa dan Putri Rimba Ana Ackerman. Raja pun telah mempersiapkan segalanya seperti undangan, tempat, acara, dan lain-lain. Raja pun tak lupa mengenakan baju terbaiknya, sama seperti Jasa karena raja menganggap bahwa itu adalah salah satu hal terbesar di dalam hidupnya. Raja pun berkata kepada Jasa menjelang pernikahannya,

“Almarhumah ibumu pasti bangga denganmu, Nak,” Jasa pun mengangguk dan ikut terharu sejenak bersama sang Raja, melihat ribuan orang masuk untuk melihat pernikahan sang Pangeran dan Putri.

Raja dan Jasa pun menunggu sang Putri Rimba datang, sampai akhirnya, sesuai perjanjian pukul 25.00 malam, tepat 2 jam sebelum memasuki tahun 3026. Sang anak kecil tersebut keluar menggunakan gaun pesta yang sangat meriah, dan bertanya kepada sang raja di mana tempat sang pangeran dan putri nantinya.

Raja pun langsung menunjuk ke atas panggung yang telah tersedia dua singgasana untuk sepasang kekasih tersebut, anak kecil itu pun langsung berterima kasih dan langsung menyuruh sang Putri Rimba itu keluar. Anehnya, saat hendak membawa keluar sang Putri Rimba, sang anak kecil itu harus memancingnya keluar menggunakan sebuah wortel segar, Raja pun tak peduli akan hal tersebut dan menghiraukan si anak kecil dan membantu menyiapkan makanan dan lain-lainnya.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang tak diduga, raja beserta prajurit bawaannya langsung berlari mencari sumber suara tersebut. Ternyata, itu adalah suara teriakan sang pangeran dan ratusan orang yang sedang kaget setengah mati karena melihat siapa sebenarnya sang Putri Rimba Ana Ackerman. Ternyata, dia bukanlah seorang putri, bahkan Manusia. Raja pun juga kaget bahkan hampir pingsan. Tapi untunglah ada prajuritnya yang memeganginya saat raja sempoyongan karena kaget melihat sosok Putri Rimba tersebut.

Ya, jika kalian yang baca cerpen ini pintar, pasti akan tahu sosok Putri Rimba tersebut. Ya betul, dari namanya saja sudah rimba. Sudah pasti bahwa sang putri ini adalah hewan.

Apa? Hewan? Ya, Putri Rimba ini hanyalah julukan bahwa sosok hewan yang merupakan keturunan bangsawan kerajaan sebelum lahirnya kerajaan Unclear Kingdom. Sebenarnya Cane I yang membeli tanah dan bangunan istana kerajaan Ackerman. Hewan itu adalah babi istana kerajaan Ackerman, hewan sekaligus teman kesayangan Raja Cane I saat itu.

Kembali ke pernikahan, Raja yang sudah setengah sadar langsung bertanya dangan keheranannya. Mengapa bisa seorang Putri Rimba menjadi seekor babi yang dijuluki Putri Rimba?

“Wahai anak kecil, bagaimana bisa Putri Rimba ini adalah seekor hewan yang menurut keluarga kerajaan kami adalah terkutuk, sekaligus haram?” anak kecil itu pun hanya mengangguk sambil menikmati makanan yang ada di meja pesta acara pernikahan tersebut.

Raja pun langsung menyambar anak kesayangannya, Jasa dan bertanya,

“Nak. Apakah kau yakin akan menikahi seekor babi ini?”

Jasa pun mengangguk pelan tapi sebenarnya Jasa ingin membatalkan pernikahan tersebut, jangankan pangeran, orang sebodoh apapun pasti tidak menikahi seekor Babi kerajaan tersebut, tapi karena telah menandatangani kontrak yang telah disebutkan bahwa jika sang pangeran berani membatalkan pernikahan tersebut maka hukumannya adalah digantung di sumur terkutuk milik Raja Cane I.

Akhirnya, mau tak mau, sang pangeran harus segera memulai acara pernikahan tersebut. Dengan gugup, sang pangeran pun berjalan, diikuti prajurit istana menuju singgasana di atas panggung tersebut. Sang pangeran pun berjalan menaiki tangga menuju singgasana yang sudah ada di sebelah singgasana calon istrinya.

Raja pun meresmikan pernikahan tersebut dengan penuh paksaan, karena tak tega melihat anaknya menikahi seekor babi kerajaan tersebut. Tiba-tiba, sang anak kecil yang telah kenyang karena terlalu banyak makan itu pun berteriak lantang kepada sang pangeran

“PANGERAN… TOLONG CIUM HIDUNG SANG PUTRI SESUAI YANG ADA DI DALAM KONTRAK! AKU JAMIN, KAU PASTI TAK AKAN MENYESAL MELAKUKANNYA!” Raja dan pangeran pun langsung kaget mendengar teriakan tersebut. Bayangkan saja, jika kau disuruh mencium seekor babi telanjang, jikalau dibayar berapa ratus triliun pun tak akan ada orang yang mau melakukannya.

Akhirnya, sang pangeran pun nekat dan langsung mencium hidung dari babi kerajaan tersebut tanpa pikir panjang lebar, semua orang pun terkejut. Ternyata setelah mencium hidung babi tersebut pun, sosok yang awalnya adalah seekor babi itu pun menjadi putri kerajaan yang sangat cantik tiada duanya, dialah Putri Найла. Ternyata, itulah mengapa di aturan kontrak yang kemarin ditandatangani oleh raja dan pangeran itu, jika membatalkan pernikahan dan mencium hidung pasangan sebelum kedua pasangan itu sah untuk menjadi suami istri.

Raja pun tidak mengerti apa yang terjadi dan tetap meneruskan pernikahan, akan tetapi pernikahan itu batal setelahnya, dan Putri Найла itupun tetap menjadi single, karena ternyata setelah mencium hidung sang putri yang masih menjadi babi itu pun, sang pangeran pingsan, bahkan sampai koma. Satu jam kemudian, sang pangeran dikabarkan telah menyusul ibunya yang telah meninggal, Pussy I.

 

Oleh: Niscala Akhdan Andrianto, Sanja kelas 7 SMP Alam Planet Nufo asal Semarang, Anggota Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Planet Nufo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *