Bulan ramadan telah berlalu, umat Islam telah mencapai kemenangan. Setelah satu bulan menahan hal-hal yang membatalkan puasa, kini sudah kembali suci dan memulai kegiatan-kegiatan baru. Semoga hal kebaikan yang dilakukan di bulan ramadan bisa kita lakukan dengan istiqomah di bulan-bulan lainnya. Aamiin…
Setelah mendapatkan banyak pahala puasa di bulan ramadan, rasanya tidak lengkap jika tidak dilanjutkan dengan puasa di bulan syawal. Sebab, setiap kebaikan yang dilaksanakan akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat oleh Allah Swt. Puasa di bulan syawal ini biasanya dilakukan sejak tanggal dua syawal atau sehari setelah perayaan Hari Raya Idulfitri.
Muhammad Ridho al-Thurisinai di dalam bukunya yang berjudul Buka Puasa Bersama Rasulallah SAW mengatakan bahwa, puasa syawal diibaratkan sebagai salat sunnah rawatib yang mengiringi salat wajib yang lima waktu, karena puasa syawal sebagai penyempurna puasa ramadan. Maka dari itu, pada hari kiamat semua perbuatan wajib akan disempurnakan oleh perbuatan sunnah yang dikerjakan.
Sebagaimana penjelasan Rasulallah SAW di dalam sabdanya tentang orang yang melaksanakan enam hari puasa di bulan syawal setelah satu bulan melaksanakan puasa di bulan ramadan, maka ia akan memperoleh pahala sebanyak satu tahun berpuasa.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)
Apabila kita merujuk kepada kitab Syarah Nawawi ‘ala Muslim juz 7 halaman 56 disebutkan bahwa pahala enam hari syawal sama dengan puasa satu tahun lamanya berdasarkan nilai pahala kebaikan yang diperoleh dan dilipatgandakan hingga sepuluh kali lipat ganjaran. Sesuai perhitungan, yaitu pahala untuk puasa ramadan 30 hari dikali sepuluh, sama dengan 300 hari. Jika enam hari di bulan Syawal menyamai dua bulan lain menjadi 6 x 10 = 60 hari atau 2 bulan. Jadi total 360 hari kita mendapatkan pahala puasa.
Pahala ini bisa diperoleh bagi orang yang telah menyempurnakan puasa ramadan sebulan penuh dan telah mengqadha puasa ramadan jika ada yang ditinggalkan. Bagi orang yang memiliki utang puasa Ramadan, sebaiknya harus membayar utang puasanya terlebih dahulu. Namun, siapa saja yang berpuasa syawal sebelum membayar utang puasa ramadannya, puasanya masih sah. Akan tetapi, setelah itu ia tetap membayar utang tersebut.
Keutamaan Puasa Syawal
- Pahala Berlipat Ganda
Salah satu keutamaan puasa syawal yaitu akan memperoleh pahala yang berlipat ganda, seperti pahala puasa di bulan ramadan. Hal ini termaktub di dalam hadits Nabi yang diriwayatkan Ibnu Majjah yang artinya. “Barang siapa berpuasa selama enam hari setelah hari raya idulfitri, dia seperti berpuasa setahun penuh. (Barang siapa berbuat satu kebaikan, baginya sepuluh kebaikan semisal).”
- Mendekatkan Diri kepada Allah
Kemudian, keutamaan puasa syawal yang lainnya adalah dapat mendekatkan diri kepada Allah. Setiap muslim yang mengerjakan puasa syawal selama enam hari, maka akan mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah.
Selain itu, bau mulut orang berpuasa aromanya lebih wangi di sisi Allah dibandingkan dengan aroma minyak kasturi.
- Sebagai Tanda Syukur
Melaksanakan puasa sunnah Syawal merupakan bukti syukur seorang hamba karena selama bulan Ramadan telah memperoleh anugerah dari Allah swt baik berupa ibadah-ibadah yang bisa dijalani di dalamnya ataupun ampunan yang dijanjikan bagi orang yang beribadah selama bulan puasa. Rasulullah saw bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [وفي رواية]: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Siapa saja yang berpuasa Ramadan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan Ramadan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)
- Menjaga Konsistensi Ibadah.
Selesainya bulan Ramadan bukan berarti ibadah-ibadah di dalamnya terputus. Umat Muslim dianjurkan untuk tetap menjaga konsistensi ibadah tersebut. Salah satunya adalah dengan berpuasa sunnah Syawal sebagai bukti konsistensi puasa yang sudah dilakukan selama Ramadan.
- Mencegah gangguan pencernaan
Keutamaan puasa Syawal yaitu mampu mecegah gangguan pencernaan. Pasalnya, setelah melaksanakan hari raya Idulfitri biasanya umat Islam dapat kembali makan tiga kali dalam sehari. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, keutamaan puasa Syawal dapat dijadikan kontrol menekan porsi makan. Hal ini dapat mengendalikan transisi setelah mengonsumsi makanan dengan jumlah besar dan mencegah gangguan pencernaan.
Maka dari itu, mari kita semua senantiasa melaksanakan puasa sunnah di bulan syawal dan juga di bulan-bulan lainnya. Dengan berpuasa akan terbukanya pintu-pintu kebaikan. Ketika di dunia, puasa akan menjadi perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat. Sedangkan, ketika di akhirat puasa akan menjadi perisai dari panasnya api neraka. Wallahu a’lam bi al-shawab.





