Dampak Pembelajaran Online terhadap Pembelajaran Moral Anak

Digital learning atau pendidikan yang umumnya dilakukan secara online merupakan proses pembelajaran yang melibatkan sebagian besar penggunaan teknologi digital yang berupa telepon seluler, komputer dan perangkat lainnya. Hal ini terkait dengan konsep transformasi digital, yang berarti pendidikan sebelum perkembangan digital tetap memiliki kecenderungan pembelajaran tradisional, namun dengan perkembangan digital saat ini, pengenalan teknologi media digital telah dan akan berlangsung di dunia pendidikan. pendidikan.

Digital learning yang menggunakan sosial media mempunyai dampak negatif dan positif terhadap perkembangan moral anak usia dini, Dampak positifnya akan memberikan banyak sekali manfaat terhadap anak, antara lain anak belajar beradaptasi, bersosialisasi dengan masyarakat luar, memperbanyak teman atau bahkan bertemu kembali dengan teman lama. Dampak positif lain memudahkan anak dalam kegiatan belajar untuk berdiskusi dengan teman-teman yang lain mengenai tugas sekolah mereka.

Namun demikian, digital learning juga berdampak negatif. Anak menggunkan teknologi digital bukan untuk belajar namun untuk membuka medsos seperti FB, IG, twiter, tiktok, dan situs-situs yang tidak pantas.

Perkembangan moral anak usia dini pada pembelajaran online mengacu pada peran orang tua yang sangat penting dalam cara memberikan bimbingan saat pembelajaran berlangsung selain itu bimbingan dalam setiap harinya juga tidak kalah penting untuk dilakukan, Pendidikan karakter kepada anak usia dini tentu akan sangat berdampak besar bagi perkembangan dia saat dewasa nanti.

Moral merupakan sesuatu yang ada hubungannya dengan penerapan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat terhadap tindakan yang akan dilakukan dalam hubungan sosial. Perkembangan moral merupakan perubahan dalam berpikir, persepsi, dan perilaku mengenai benar dan salah.

Perkembangan moral berkaitan dengan aturan apa yang harus dilakukan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Anak memiliki pola moral yang harus dilihat dan dipelajari untuk mengembangkan moralitasnya. Orientasi moral ditentukan oleh sikap atau tekad moral, sesuatu yang dimiliki seseorang terhadap nilai moral berdasarkan aspek motivasi kognitif dan aspek motivasi emosional.

John Dewey pernah menyebutkan bahwa tahapan perkembangan moral manusia akan melalui 3 tahapan, yaitu premoral, convensional dan autonomus. Anak Taman Kanak-kanak (TK) secara teoritis berada pada tahap pertama dan kedua. Guru diharapkan memperhatikan dua ciri tahapan perkembangan moral.

*Dikutip dari berbagai sumber.

Oleh: Affina Faradila, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *