Oleh: Fikrotun Nayyiroh, Mahasiswa Kelompok 26 KKN MIT DR ke-12 UIN Walisongo Semarang
Imbas dari adanya covid 19 salah satunya adalah melemahnya sektor ekonomi. Dampak ini dirasakan hampir oleh seluruh rakyat dari kelas atas sampai kelas paling bawah. Bahkan bank dunia mengumumkan bahwa Indonesia kembali turun kelas ke level terendah yakni negara berpendapatan menengah-bawah (lower middle income) dengan Gross Nasional Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto sebesar US$ 3.979 per kapita. Jika diurut, rakyat kecil lah yang paling terkena dampak dari adanya pandemi ini.
Pandemi membuat orang orang harus berpikir kreatif bagaimana caranya menghasilkan uang di tengah kegelisahan akan pandemi. Orang yang pandai memanfaatkan tekhnologi akan memanfaatkan fitur jual beli online untuk menjual atau membeli kebutuhan mereka. Namun siapa sangka, yang seharusnya daya beli meningkat di masa pandemi ini justru turun drastis. Hal ini dikarenakan dari pihak konsumen akan lebih memilih dan memilah mana yang harus didahulukan sebagai upaya memanage keuangan di masa pandemi. Alhasil, daya beli masyarakat turun.
Tidak hanya pada fitur jual beli online, di warung warung sekitar juga terjadi dampak yang signifikan. Warung di pinggir jalan secara statistik, pembeli kebanyakan adalah orang yang lewat atau sedang dalam perjalanan. Bila jalan ditutup karena ada kebijakan PPKM, maka daya jual juga menurun. Kerugian akan datang dan keuntungan sulit didapatkan. Padahal keuntungan tersebut juga adalah untuk keperluan sehari hari.
Mengingat daya jual beli yang rendah, maka perusahaan harus memutar otak supaya tetap bisa berjalan dengan pendapatan yang minim. Cara yang dilakukan sebagian perusahaan adalah mengurangi jumlah pegawai (PHK). Memang bukan keputusan yang mudah, mengingat di masa ini semua memiliki resiko yang sama yakni keberlangsungan hidup untuk hari esok. Tidak ada uang, tidak dapat makan. Nasib orang yang di PHK seperti buah simalakama. Menolak tidak bisa, menerima juga tak bisa ikhlas.
Kini, yang mesti dilakukan adalah penguatan ekonomi masyarakat. Edukasi perihal tekhnologi informasi juga penting agar semua bisa merasakan manfaatnya. Pemberian BLT dan modal bagi UMKM/UKM sangat diperlukan. Supaya masyarakat kelas menengah ke bawah, bisa kembali bangkit dan harga komoditas bisa kembali naik dan baik.







