Lajuku tak henti berbisik
Menatap hati sembari meyakinkan, semua akan baik-baik saja
Namun, ragu itu mengusik tempat singgah yg ku tata dg rapi
Jika bisa, aku ingin menepi
Tak ingin rasanya bersama gemuruh yg membuat luruh

Aku mengadu..
Dalam balut kecewa dan luka, ku sisakan percaya
Bukan untuk dinafikan
Melainkan dikuatkan
Bahwa harap masih ada
Tempat singgah masih tak terjamah

Jika malam adalah saksi, mungkin air mata masih datang menghujani
Pada setumpuk pilu yg ku simpan dalam qalbu

Aku berpadu..
Lenyap bukan pilihan
Melaju adalah sebuah keharusan
Tapi apa masih bisa, yg patah kembali tumbuh?

Dalam hening,
Aku berbisik seraya meminta
Semoga bahagia masih ada di ujung sana
Dan masih ingin ku lihat secercah cahaya yang hadir sebagai lentera

Baca Juga  Mendewasalah
Aisha Qila
Pengagum Malam yang Mengejar Matahari

    Melihat Tuhan

    Previous article

    Menyambut Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

    Next article

    You may also like

    Comments

    Ruang Diskusi

    More in Puisi