Cilacap – Kamis, 18/06/2020, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu pengamalan Tri dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. KKN UNS Periode 1 Tahun 2020 turut memberikan kontribusi melalui tema yang diusung berkaitan dengan pencegahan covid-19.
Dalam periode ini, KKN UNS Era Covid dibagi menjadi 3 Batch mulai dari bulan Juni sampai dengan Agustus. Sebanyak 980 mahasiswa resmi melakukan KKN Tematik Batch 1 secara mandiri di desa domisili masing-masing yang tersebar ke 12 provinsi di Indonesia meliputi 962 mahasiswa di Pulau Jawa dan 18 mahasiswa di Luar Jawa,” ujar Prof. Sudibyo selaku Ketua Unit Pelaksana (UP) KKN LPPM UNS saat memberikan pembekalan KKN secara daring pada tanggal 30 April 2020.
“KKN UNS ini berlangsung selama 32-45 hari mulai dari tanggal 1 Mei sampai dengan 19 Juni 2020, mulai dari penyusunan sistem informasi desa hingga melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Rukun Tangga untuk memberikan edukasi Covid-19 kepada warga serta membantu mengatasi problematika yang dihadapi oleh warga seperti mengadakan pelatihan pembuatan masker kain dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Arina Zaida Ilma (NIM. K2317007) sebagai salah satu pelaksana program KKN UNS di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Bapak Yayan Suherlan, S.Sn., M.Sn.
Program-program tersebut mendapat dukungan dari Dalail selaku Kepala Desa Danasri Lor, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, “Kami sangat mengapresiasi kegiatan KKN UNS yang membantu desa dalam menyusun sistem informasi berupa pendataan pemudik dan status kesehatannya,” ujarnya (23/05/2020).

Program KKN turut membantu penyusunan sistem informasi di desa bersama Relawan Desa Tanggap Covid-19 meliputi pendataan pemudik, penyemprotan disinfektan dan penjagaan posko relawan. Warga mulai mengerti arti pentingnya tunda mudik di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran covid-19 melalui informasi yang disebarkan melalui grup whatssapp, Instagram maupun Youtube baik berupa poster, video maupun banner yang terpasang di jalan masuk menuju desa.

Selain itu, pelatihan pembuatan masker juga memberikan solusi dalam mengatasi problematika masyarakat yang sebagian masih belum memakai masker ketika bepergian.
“Program yang dijalankan baik yang mencakup di desa pada umumnya dan pada tingkat RT khususnya menurut saya selaku yang mewakili warga sangat terbantu apalagi program edukasi yang diberikan sehingga warga kita yang berada di perantauan tidak mudik dan warga menjadi mengerti cara membuat masker sendiri serta program lainnya yang bermanfaat,” ujar Mubasir selaku ketua Rukun Tangga Dusun Tritih RT 1 RW 5 Desa Danasri Lor (14/06/2020). [Nj].






