Baladena.id, SEMARANG – Silaturahmi ke Rumah Perkaderan Monash Institute Semarang, Zulkifli Hasan memberikan motivasi wirausaha kepada Santri Monash Institute di Aula Darul Qolam I, Sabtu (03/11).
Zulkifli Hasan yang kerap disapa Zulhas ini menceritakan pengalaman hidupnya. Setelah tamat SLTA, sebenarnya dia bekerja sebagai PNS. Namun, ia ia memilih banting setir sebagai pengusaha.
“Dulu saya keterima sebagai PNS. Gajinya 50 ribu per bulan. Tapi saya maunya banyak. Jauh-jauh dari kampung masa cuma dapat 50 ribu. Kalau cuma uang untuk makan, mending, saya di kampung aja, ada sawah, ada kopi. Masalah perut aman disana,” ucapnya.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menuturkan bahwa menjadi pengusaha harus dimulai dari tekad yang kuat dan keberanian untuk mengambil risiko. Zulhas menganggap bahwa semakin banyak cobaan dan resiko, maka peluang untungnya lebih besar.
“Semua itu gampang asal kita mau. Mau itu berani memulai sesuatu. Saya rugi juga pernah. Tapi, kalau menurut saya, semakin banyak cobaan, mesti peluangnya besar. Kita harus terbiasa menghadapi tantangan, terbiasa menghadapi yang sulit,” tuturnya.
Keputusannya untuk berwirausaha membuahkan hasil. Sejak berdagang, Zulhas mendapatkan keuntungan berlipat. Bahkan, baru menginjak usia 19 tahun, Zulhas mengatakan sudah mempunyai pendapatan 50 juta per bulan. Pendapatan ini, apabila dikonfersikan di era sekarang sekitar 2 Miliyar per bulan.
“Kalau sekarang, kalian yang sudah S-1 dan S-2 ini, merasa tidak berdaya, itu namanya tidak bersyukur. Kalau kalian sekarang tidak berprestasi itu namanya kufur nikmat. Orang bisa kenapa kita tidak bisa. Saya aja bisa, kenapa kalian tidak bisa,” tegasnya.
Zulhas terus memantik semangat wirausaha santri Monash Institute. Tidak tanggung-tanggung, agar semakin membuat semangat mereka membara, Wakil Ketua MPR RI ini secara langsung mengatakan bersedia menjadi mentor wirausaha santri Monash Institute.
“Mulai hari ini, jangan besok, ayo, buktikan. Saya siap jadi mentor. Nanti minta nomor saya sama masih Nasih. Kalau ada pertanyaan-pertanyaan, saya siap di WA,” ucap tokoh inspiratif kelahiran Lampung ini.







