Apa Saja Faktor Risiko Hipertensi Pada Kehamilan? Yuk Simak Penjelasannya

Apa Saja Faktor Risiko Hipertensi Pada Kehamilan? Yuk Simak Penjelasannya

Kehamilan merupakan suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan yang terjadi secara alami menghasilkan janin yang tumbuh di rahim ibu. Kehamilan ialah sebuah proses yang dimulai dari tahap konsepsi sampai lahirnya janin menjadi bayi.

Lamanya kehamilan normal adalah 38 minggu – 40 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir, sedangkan menurut World Health Organization (WHO) kehamilan atau pregnancy adalah proses sembilan bulan atau lebih di mana seorang perempuan membawa embrio dan janin yang sedang berkembang di dalam rahimnya.

Kehamilan sendiri dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester I mulai dari konsepsi sampai 13 minggu, trimester II mulai dari 14 minggu sampai 27 minggu, trimester III mulai dari 28 minggu sampai 42 minggu atau sampai waktu melahirkan. Selama kehamilan berlangsung seorang ibu bisa mengalami masalah pada kehamilan yang dapat berpengaruh pada proses kehamilannya maupun proses persalinannya. Misalnya Hipertensi.

Hipertensi merupakan di mana kondisi ketika tekanan darah seorang ibu hamil berada di atas angka 140/90 mmHg. Diperkirakan sekitar 5–10% ibu hamil di seluruh dunia mengalami hipertensi dalam proses kehamilannya. Hipertensi biasanya muncul saat usia kehamilan sekitar 20 minggu, tetapi bisa juga muncul lebih awal.

Klasifikasi hipertensi dalam kehamilan terdapat beberapa jenis antara lain hipertensi kronik, hipertensi kronik dengan preeklamsia, hipertensi gestasional, preeklamsia dan eklamsia.

  1. Hipertensi gestasional. Umumnya berkembang setelah usia kehamilan mencapai usia 20 minggu dan akan hilang setelah proses melahirkan. Hipertensi gestasional umumnya mengembangkan preeklampsia.
  2. Hipertensi kronis. Umumnya terjadi sebelum kehamilan atau sebelum kehamilan mencapai usia 20 minggu. Hipertensi kronis biasanya tidak memiliki gejala, sehingga ibu mungkin tidak menyadarinya telah mengalaminya.
  3. Hipertensi kronis dengan preeklampsia superimposed. Tipe hipertensi ini biasanya dialami oleh ibu yang mengidap hipertensi kronis dengan tingginya kadar protein di dalam urine atau komplikasi terkait tekanan darahlainnya.
  4. Preeklamsia adalah jenis hipertensi yang harus diwaspadai ibu hamil. Tekanan darah yang tinggi bisa menimbulkan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain, ginjal, hati, darah atau otak. Preeklampsia umumnya berkembang setelah 20 minggu kehamilan.

Faktor risiko dari hipertensi pada kehamilan dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga kejadiannya tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu mekanisme. Hipertensi pada kehamilan yang banyak terjadi salah satu penyebab utama kematian pada ibu hamil. Faktor risiko hipertensi pada ibu hamil diantaranya :

  1. Memiliki usia di bawah 20 tahun atau di atas 40tahun.
  2. Mengandung bayikembar.
  3. Memiliki riwayat keluarga hipertensigestasional.
  4. Memiliki riwayat hipertensi kronis atau sudah mengalami hipertensi sejak sebelumhamil.
  5. Pernah melakukan bayi tabung.
  6. Mengidap penyakit ginjal danlainnya.
  7. Pernah mengalami hipertensi gestasional atau preeklampsia selama kehamilan sebelumnya.
  8. Kelebihan beratbadan.
  9. Memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuh, contohnyalupus.
  10. Mengidap diabetesgestasional.

Dalam menghadapi terjadinya hipertensi pada kehamilan terdapat beberapa tips dan trik untuk mencegahnya, antara lain:

  1. Mengetahui tingkat tekanan darah sebelum hamil
  2. Mengurangi asupangaram
  3. Rutin melakukanolahraga
  4. Rutin melakukan pemeriksaan prenatal
  5. Menghindari rokok danalkohol

Dengan demikian, hipertensi pada kehamilan perlu dicegah dan diatasi dengan serius sehingga hipertensi tidak akan terjadi. Dalam melakukan perawatan hipertensi pada ibuhamil, sebaiknya seorang ibu hamil diharuskan berkonsultasi pada dokter atau bidan terdekat.

Ibu hamil mungkin akan dianjurkan untuk menggunakan obat anti hipertensi yang berguna untuk menurunkan tekanan darah. Selain itu, dokter kadang juga merekomendasikan obat anti konvulsi untuk mencegah terjadinya kejang pada ibu hamil, terutama yang memiliki preeklampsia.

 

 

Penulis: Tri Wikuncoro Tunggal Saputri (Mahasiswi D4 Kebidanan UNS 2020)

 

Referensi

World Health Organization. Prevention and Treatment of Pre-Eclampsia and Eclampsia. Geneva: World Health Organization; 2011.

http://chiiviolet.blogspot.com/2013/12/makalah-kehamilan-dengan-hipertensi.html

https://www.google.com/amp/s/www.haibunda.com/kehamilan/20200713154813-49-151333/dampak-hipertensi-pada-ibu-hamil-dan-janin/amp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *