Setiap orang yang hadir dalam hidup, pastilah sudah Tuhan tentukan peran dan fungsinya. Pun kamu, kalian, mereka, juga aku. Semuanya telah tertera dalam lembar-lembaran-Nya, semoga kau siap pun aku.
Peristiwa hidup selalu mengajarkan banyak arti, bahkan di tempat kita tidak mampu sekalipun. Meski terasa sesak dan penuh isak, Tuhan Maha segalanya. Tak pernah luput Ia merahmati juga menaungi hamba-Nya. Jangan pernah ragu, pertolongan-Nya pasti datang, meski yang lain pergi meninggalkan. Kamu harus percaya, doamu harus terus kau langitkan.
Aku terkadang merasa tersudutkan oleh tatap amarah yang kemudian menghantarkan aku pada luka. Aku pun sering kali diam-diam menangis kala semuanya telah tertidur. Hanya untuk mengungkapkan lelahku pada Tuhan. Ya, aku pernah berada di sana, dengan perih yang tak tertolong. Hingga semuanya kembali baik adanya, saat aku berpasrah.
Kadang aku pun merasa takut, saat pagi datang. Siapkah aku? Terkadang seolah hendak terterkam oleh celoteh dan sorot mata yang masih tak bersahabat. Rasanya memijakkan kaki untuk beranjak pun sangat menakutkan bagiku. “Tuhan, sampai kapan aku merasa sanggup?” Berkali-kali aku terjatuh dan menjatuhkan air mata, menengok kembali semua peristiwa yang terjadi dalam diri, “mengapa harus aku Tuhan?”
Tapi dalam hatiku tak sedikit pun berhenti berharap, bahwa semua akan indah pada masanya. Sebagaimana iringan musik yang semula tak karuan saat latihan, tapi saat semuanya telah menjadi satu dalam harmoni yang padu, ia berubah menjadi alunan musik yang sangat indah. Ya, semua menikmati baik dengan senyuman maupun deraian air mata. Hingga membawa pendengar pada alur dan rasa yang ia bawa.
Aku selalu berharap, hari esok tercipta tawa dan bahagia di antara kita. Kau, aku, kalian, dan mereka saling mendekap dengan peluk hangat. Menguatkan dan menggelorakan langkah kita. Kita hanya butuh memahami untuk tetap berada dalam satu alunan melodi, meski alat musik kita tak sama, kita bisa kan tetap berkolaborasi? Semoga kau berkenan memahami, melodi kita akan indah dengan senyuman dan balut kasih ketulusan.
Mungkin kita tidak tercipta dengan jalan hidup yang sama, tapi dibersamakannya kita pasti tidak luput dari sebuah alasan. Semoga selalu saling mengingatkan dan menyayangi, seperti yang seharusnya. Semoga, sebenernya kau menyayangiku, meski kau ungkap dengan cara yang belum bisa ku kuasai. Mohon bersabar ya, aku akan tetab belajar dan bertahan, semoga kau lekas membaik sebelum aku memutuskan berbalik.







