Virus Corona menjadi perhatian dunia setelah pada tanggal 20 Januari 2020 kemarin, otoritas kesehatan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, mengatakan tiga orang tewas di Wuhan setelah menderita pneumonia yang disebabkan virus Corona.
Berdasarkan perkembangan mutakhir di Wuhan, China, virus Corona telah menelan ratusan nyawa dalam waktu dua pekan. Kejadian di China ini diiringi dengan berita tentang virus Corona telah mencari mangsa hingga ke negara seperti Singapura, bahkan Arab Saudi.
Secara global, jumlah infeksi kasus Virus Corona meningkat tajam dari hari ke hari. Dilansir dari Kompas.com (3/3/2020), 73 negara di dunia telah terpapar virus Corona. Ada 90.872 kasus infeksi di seluruh penjuru dunia. Dengan rincian, 48.002 sembuh dan sisanya sekitar 3.117 orang meninggal.
Indonesia ketika itu belum seheboh saatnya, karena memang virus Corona belum menyerang warga negara Indonesia yang tinggal di Tanah Air. Namun, Presiden Joko Widodo dan Menkes Terawan Agus Putranto mendadak menggelar jumpa pers pada Senin (2/3/2020). Dalam jumpa pers ini, Jokowi menyampaikan bahwa ada warga negara Jepang domisili Malaysia yang belum lama ini datang ke Indonesia. Setelah kembali ke Malaysia, WN Jepang itu dinyatakan positif Corona.
Jokowi lantas menjelaskan lebih lanjut, bahwa WN Jepang itu kontak dengan seorang perempuan yang belakangan diketahui warga Depok. Atas interaksi tersebut, perempuan tersebut positif terpapar virus Corona beserta anaknya.
Semenjak kejadian ini, warga Indonesia banyak yang panik; khawatir ikut terpapar virus Corona asal Wuhan China itu. Banyak hal yang dilakukan oleh rakyat Indonesia untuk mengantisipasi virus Corona, mulai dari mebeli masker hingga minum obat tertentu.
Dilansir dari Alodokter, virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari Coronavirus yang menular ke manusia. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Cuci tangan, meskipun terlihat enteng, namun tidak banyak diperhatikan oleh kebanyakan kita, ternyata manfaat cuci tangan sangat besar. Salah satunya mencegah atau menjauhkan kita dari berbagai penyakit, terutama penyakit menular, seperti diare, influenza dan lainnya.
Tak ayal jika mencuci tangan menjadi pilar utama mencegah infeksi dan berbagai penyakit tertentu karena tangan merupakan sumber penularan kuman, atau bakteri, bahkan virus secara langsung maupun tidak langsung.
Dugaan awal penyebab virus Corona adalah ditularkan hewan ke manusia. Namun, belakangan ini disinyalir kuat bahwa virus Corona ditularkan dari manusia ke manusia. Contoh yang paling mutakhir adalah kasus yang terjadi di Indonesia sebagaimana dijelaskan di awal.
Agar Tidak Terpapar
Sejauh ini, belum ditemukan secara pasti vaksin untuk mencegah virus Corona. Oleh karena itu, cara pencegahan terbaik atau agar tidak terpapar virus ini adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini.
Selain menghindari bepergian ke sumber virus ini berada, dan menghindari kontak dengan orang yang diduga kuat terinfeksi virus Corona, Anda juga harus rajin mencuci tangan. Cuci tangan ini cara yang paling ampuh dan sederhana namun memiliki efek pencegahan yang luar biasa.
Adapun cara mencuci tangan bisa dengan air yang bersih atau mengalir kemudian dibersihkan pakai sabun. Jika pada saat saat waktu cuci tangan, namun di sekitar kita tidak ada air bersih dan mengalir atau fasilitas cuci tangan, bisa pakai hand-sanitizer yang mengandung alkohol.
Kesadaran dan pengetahun tentang kapan kita harus mencuci tangan belum banyak dipraktekkan masyarakat. Artinya, masyarakat mencuci tangan ketika tangannya kotor. Padahal, tidak hanya ketika kotor saja kita dianjurkan untuk cuci tangan.
Pertama, setelah batuk atau bersin. Ketika kita batuk, lalu kita tutupi dengan tangan, maka otomatis kuman-kuman dari mulut kita akan berpindah ke tangan. Artinya, pada saat itu tangan kita mengandung kuman, yang jika dibiarkan akan menyebar ke orang lain tanpa kita sadari. Oleh sebab itu, setiapkali tangan kita sesudah digunakan untuk menutup mulut ketika batuk dan bersin, maka harus dicuci terlebih dahulu. Terlebih bagi yang saat itu sedang dalam kondisi terkena virus Corona. Sebab, penularan virus ini bisa terjadi di mana saja, baik dari orang lain maupun diri sendiri.
Kedua, saat mendampingi orang sakit (terkena virus Corona). Tidak hanya pada orang yang terinfeksi virus Corona. Cuci tangan saat mendapingi orang sakit ini juga berlaku untuk semua penyakit. Sebelum, saat dan setelah mendampingi orang sakit, maka kita diharuskan untuk cuci tangan. Meskipun belum menjadi kebiasaan, bahkan seringkali tak diindahkan, namun cuci tangan ini harus mulai dipraktekkan. Tujuannya jelas, yaitu mengurangi resiki terkena penyakit, terutama yang diindap oleh pasien atau orang sakit yang kita dampingi.
Ketiga, sebelum dan sesudah makan. Waktu cuci tangan ketiga ini memang sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun demikian, perlu juga dikampanyekan kepada anak-anak kecil melalui pendampingan dan keteladanan.
Keempat, setelah habis dari toilet. Dilansir dari Kompas, hampir 60 persen masyarakat sama sekali tidak mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi. Sementara itu, dari 40 persen yang mencuci tangan, hanya 10-15 persen yang cuci tangan pakai sabun. Padahal cuci tangan setelah dari toilet, baik itu toilet pribadi atau toilet umum, sangat penting bagi kesehatan.
Toilet, apalagi toilet umum, merupakan salah satu tempat yang potensi terdapat banyak kumannya tinggi. Misalnya ketika Anda atau orang lain pengguna toilet sedang mengindap virus Corona kemudian buang air besar di toilet tadi. Selesai dari toilet Anda tidak cuci tangan lalu Anda bersalaman dengan orang lain, orang tua Anda misalnya, maka orang tersebut sangat berpotensi mengalami infeksi yang sama dengan Anda.
Kelima, setelah menyentuh binatang atau kotoran binatang. Binatang termasuk entitas yang rawan membawa bakteri, dan virus. Virus Corona misalnya, ditengarai sumbernya dari Kelelawar.
Terakhir, setelah menggunakan fasilitas umum. Kita tidak mengetahui, bahkan juga tidak bisa memastikan bahwa pengguna fasilitas umum adalah mereka yang bebas dari bakteri atau penyakit menular. Maka, cara yang paling ampuh dan sederhana supaya kita terhindar dari berbagai penyakit, maka setelah menggunakan fasilitas umum, kita harus segera mencuci tangan sebelum berinteraksi dengan keluarga dan lainnya. [nJ].







