Absolutisme dan Relativisme Kecantikan Perempuan

Ketampangan, tren fashion, model ataupun gaya hidup menjadi urutan teratas bagi setiap orang di dunia. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki selalu menjadi sorotan utama dalam setiap peralihan tren yang sedang mencuat di masyarakat. Inilah yang kemudian menjadi tradisi masyarakat dunia yang selalu mengikuti model sebagaimana yang terjadi pada masanya. Selain untuk menghindarkan diri dari keterbelakangan model fashion yang telah berkembang, juga menambahkan aura diri dalam diri seseorang untuk percaya diri dan enak dipandang mata.

Namun, tidak semua orang berpandangan sama dengan apa yang terjadi pada saat itu. Ada yang suka mengikuti tren fashion yang sedang berkembang dengan gaya penampilan yang paling dianggap bagus pada masa itu. Ada pula orang yang tidak terlalu atau bahkan sama sekali tidak berkecimung dalam dunia permodelan, karena menganggap dengan penampilan yang baik dan sopan, rapi, sudah termasuk dalam bentuk penampilan yang bagus tanpa mengikuti tren fashion yang sedang berkembang. Itulah yang dinamakan Absolutisme dan relativisme.

Absolut adalah hal yang bersifat tanpa adanya keraguan dan tidak dibatasi oleh pengecualian. Sedangkan relatif adalah sesuatu yang tidak dapat dijadikan sebagai tolok ukur dalam menetapkan kepastian. seperti kecantikan perempuan. Jikalau dilihat dari segi absolutisme, dikatakan cantik ketika seseorang sedang mengikuti tren fashion yang ada pada saat itu. Sedangkan dari segi relatif, kecantikan itu tidak dilihat dari apa yang sedang berkembang pada saat itu, tetapi lebih kepada pandangan seseorang dalam menilai suatu objek tersebut, sehingga bisa dikatakan cantik.

Berbicara tentang absolut, maka tidak jauh dengan kata mutlak, yang bersifat pasti dan tidak bisa digugat. Absolut bisa dikatakan sesuai dengan penetapan hukum secara mutlak. Berbeda dengan relatif yang bisa dikatakan sebagai suatu kebebasan. Maksudnya, semua orang boleh berpendapat lain tanpa adanya keterikatan dengan ketetapan yang telah di atur, menurut pemandangan pribadi tentang baik buruknya apa yang dilihat.

Bacaan Lainnya

Membahas tentang Fashion dan gaya hidup pastilah tidak hanya kaum laki-laki atau perempuan saja, tetapi keduanya hampir mengalaminya. Dengan berbagai model gaya disetiap tahunnya, atau hanya selang beberapa bulan saja. Akan tetapi, yang sering muncul dalam pembahasan model ataupun gaya hidup adalah kaum perempuan.

Entah apa yang menjadi alasan mengapa perempuan yang sering berkecimung dalam dunia permodelan, tetapi dalam hadits riwayat Bukhari Muslim memang telah dijelaskan pula bahwa salah satu keistimewaan perempuan adalah sebagai perhiasan dunia. Mungkin ini salah satu bukti yang menjadikan perempuan sering muncul dalam berbagai tema kehidupan, karena pembahasannya yang sangat menarik.

Model / gaya hidup perempuan. Hal yang sering muncul dibahas adalah kecantikan. Kapan seorang perempuan itu dikatakan cantik? Apakah dari mukanya yang putih, halus tanpa bercak-bercak? kulit putih, badan ideal, seksi? Atau yang memiliki kecerdasan akal dan hati sehingga aura kecantikannya terlihat meski paras wajahnya tidak seperti kriteria di atas? Atau yang bagaimana?

Standar kecantikan seorang perempuan sangat penuh definisi, karena bukan hanya sekedar cantik muka, badan, atau anggota tubuh yang lainnya, tetapi ada kecantikan-kecantikan perempuan yang tersimpan, tetapi tidak banyak orang mengetahui akan hal itu. Lantas bagaimana dengan standar kecantikan perempuan masa kini?

Kecantikan perempuan pada masa sekarang berbeda dengan pada zaman dahulu. Dahulu, dikatakan cantik ketika mengikuti zaman dimana definisi cantik itu dikatakan. Jadi meskipun tidak memakai alat-alat kecantikan, tetaplah dianggap cantik dan anggun karena berpenampilan sesuai apa yang sedang berkembang pada saat itu. Dahulu pun make-up belum dikenal di kalangan orang-orang zaman dahulu. Akan tetapi, untuk sekarang, cantik itu polesan.

Ada yang mengatakan juga cantik itu mahal, cantik itu luka, cantik itu sakit. Karena kecantikan yang mereka dapatkan hasil dari benda-benda kimia. Seperti perawatan, facial, suntik botoks, dll. Ini adalah salah satu ciri seseorang yang tidak percaya diri terhadap dirinya sendiri. Rasa untuk mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan kepada hambanya belum melekat dalam diri seseorang.

Padahal cantik itu relatif, mudah didapatkan, tanpa adanya rasa sakit, mahal, atau yg lain. Cukup dengan akal, hati, sikap, dan sifat yang baik, akan memberikan pancaran kecantikan dalam dirinya. Tanpa adanya unsur paksaan, orang yang melihat pasti merasakan aura kecantikan seseorang yang bersumber dari akal, hati, sikap, dan sifat masing-masing seseorang.

Oleh: Hanik As’adah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *