Bahtera Filooka

Aku memujamu dengan doa
Namun ia memujimu dengan rupa
Kufikir titik akan bersama
Merangka jiwa yang semula berbeda
Meski jarak selayang semesta
Aku merindumu dibalik irama
Menyusur larikan Nil yang membuat terpana
Menikmati senja diatas Filooka
Bercengkrama halus meluapkan rasa
Setelah sekian purba terkungkung dalam jiwa
Sungguh indah malam itu
Serasa surga yang menderu
Saat dua insan saling merindu bercengkrama hangat diatas jembatan biru
mencicip zalabiya dari kediamanmu
Bahtera filooka tinggalah kisah semu
Membekas kaku dalam impian gadis lugu
Saat yang disangka istimewa
Ternyata menyisakan luka yang menganga
Masisir lebih menarik katanya
Dengan intelektual yang mengubah dunia
Sudahlah bahtera filooka akan tetap melaju
Menyusur aliran nil yang membiru
Tidak ada lagi kata kau dan aku
Hanya bekas sayat yang semakin menyiksaku
Oleh: Shofi Malia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *